Inailahi, Kabar Berduka atas meninggalnya Petinju Legendaris Muhammad Ali

Liputan389.com – Innalillahi, petinju dunia legendaris Muhammad Ali meninggal dunia hari ini. Ali menutup mata di rumah sakit di Phoenix, AS pada Jumat, 3 Juni waktu setempat. Setelah 32 tahun berjuang melawan penyakit Parkinson, Muhammad Ali meninggal dunia pada usia 74 tahun. Petinju yang tiga kali menjadi Juara Dunia Kelas berat meninggal malam ini,” ujar juru bicara keluarga, Bob Gunnel kepada NBC News, Sabtu (4/6/2016).

Sejak pensiun tahun 1981, Ali memang kerap keluar masuk rumah sakit. Terakhir, ia mendapat perawatan pada awal tahun 2015 karena didiagnosis pneumonia.

Selain itu Ali juga sudah lama mengidap penyakit parkinson. Namun hal itu tidak mengganggunya untuk terus berkegiatan amal di seluruh dunia.

Ali dilarikan ke rumah sakit di Phoenix pada Kamis, 2 Juni malam waktu setempat karena mengalami masalah pernapasan. Sebelumnya juru bicara keluarga Ali mengatakan, pria berumur 74 tahun itu tengah dirawat tim dokternya dan dalam kondisi stabil. “Diperkirakan akan tinggal di rumah sakit sebentar,” demikian statemen pihak keluarga sebelumnya.

Namun media-media setempat hari ini melaporkan, kondisi pria berumur 74 tahun itu terus memburuk dengan cepat.

Bahkan menurut sumber yang dekat dengan keluarga Ali seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/6/2016), kematian Ali tinggal menghitung jam.

“Sangat luar biasa buruk. Ini cuma masalah jam,” tutur sumber yang telah berbicara dengan istri Ali, Lonnie tersebut.

“Kemungkinan lebih dari dua jam, namun tidak akan lebih lama lagi. Pengaturan pemakaman tengah dilakukan,” katanya.

Ali telah menderita penyakit Parkinson selama lebih dari tiga dekade. Salah satu figur paling terkenal abad ke-20 itu, tak banyak muncul ke publik beberapa tahun terakhir.

Penampilan terakhir di depan publik adalah pada April lalu saat “Celebrity Fight Night” di Arizona, acara amal yang dananya disalurkan untuk organisasi Muhammad Ali Parkinson Center. Ali dilahirkan di Louisville, Kentucky, dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. Dia kemudian berganti nama pada tahun 1964 setelah memeluk agama Islam.

Rencananya Ali akan dimakamkan di kampung halamannya di Louisville. Namun pihak keluarga belum menyebutkan kapan pemakaman itu akan dilakukan.

“Kontribusinya untuk negara dan dunia akan terus dikenang beberapa generasi mendatang. Dia akan diingat dunia karena semangatnya dan salah satu ikon dunia sepanjang masa,” kata promotor kenamaan, Bob Arum.

About the Author