Astaga, Kantor Gerindra Dirusak Kadernya Sendiri.

Liputan389.com – Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi dirusak, Jumat 12 Agustus 2016 malam. Perusakan diduga dilakukan oleh oknum kader Gerindra setelah tiga perwakilan DPP partai datang membawa pesan terkait kepengurusan partai.

Pesan tersebut, DPP Partai Gerindra menyatakan bahwa rekomendasi untuk pencalonan Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 diberikan pada Daris. Namun, DPP pun meminta Daris, yang kini Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, menanggalkan jabatan. Diduga pesan kedua ini yang memancing amuk massa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun “PR”, kejadian pengrusakan berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, para PAC Partai Gerindra se-Kabupaten Bekasi sedang menggelar di Kantor DPC. Di sela-sela rapat, datang tiga perwakilan DPP menyampaikan pesan.

Emosi para kader tersulut terkait pergantian Ketua DPC. Sejumlah kaca pecah akibat lemparan kursi dari dalam ruang rapat. Beberapa meja, serta alat kelengkapan rapat pun rusak. Aksi pengrusakan berlangsung sekitar 20 menit sebelum akhirnya Kepolisian Resor Kota Bekasi Kabupaten datang ke lokasi.

“Kami mendapat kabar dari masyarakat terkait adanya aksi pengrusakan. Saat di lokasi, sejumlah orang telah berkumpul. Petugas pun langsung meredam emosi massa,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kabupaten Endang Longla.

Diungkapkan Endang, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait penyebab aksi pengrusakan tersebut. Sejumlah orang yang berada di lokasi telah dimintai keterangan. Meski begitu, polisi belum menetapkan tersangka.

“Kami masih mencari tahu motifnya seperti apa, apa memang karena pilkada atau seperti apa. Namun memang pengrusakan ini, oleh siapapun juga warga negara tidak dibenarkan. Untuk pihak yang diamankan belum tapi petugas telah memeriksa sejumlah orang sebagai saksi,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pilkada DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Muhammad Taufan mengatakan, para kader terpancing emosi terkait surat keputusan partai. Soalnya, kata dia, keputusan itu diambil mendadak tanpa dilakukan pembicaraan.

Menurut dia, tiga perwakilan DPP datang. Salah satu di antaranya Ketua Badan Pengawas Partai Gerindra, Bambang Kristiyono. “Mana ada rekomendasi untuk Pilkada ke Haji Daris tapi jabatan Ketua DPC dikasih ke orang lain. Para kader beranggapan sama saja senjata dikasih pelurunya enggak dikasih,” kata dia.

Diungkapkan Taufan, DPP akan membahas terkait kejadian pengrusakan pada rapat utama di pusat. Namun, selain melaporkan tindak kekerasan, Taufan meminta DPP melihat kondisi di lapangan. Menurut dia, perubahan pucuk pimpinan dikhawatirkan dapat membuat gaduh di internal partai. Padahal Partai Gerindra tengah menyongsong Pilkada.

“DPP harus ke bawah untuk melihat kondisinya ini seperti apa. Lihat dong prestasi apa saja yang sudah diraih. Ini harus menjadi perhatian yang serius, ini akan berdampak sampai ke tingkat nasional mengingat Kabupaten Bekasi sangat dekat dengan ibu kota,” ucapnya.

sumber:beritateratas.com

About the Author