Ini 4 Alasan Mutlak Kenapa Anda Selalu Ketagihan pada makanan manis

Liputan389.com – Apakah Anda termasuk penyuka rasa manis? Saking sukanya, sampai Anda menyimpan beragam makanan dan minuman manis di kulkas, di laci meja dapur, di mobil, termasuk di laci meja kerja?

Mengapa Anda sering mendambakan rasa manis sedangkan kakak dan adik Anda mendambakan rasa yang berbeda?

Temukan empat kebenaran ilmiah tentang kegemaran Anda terhadap rasa manis dan bagaimana menghilangkannya.

1. Dimulai dari otak

Beberapa ahli terdahulu menduga, jika Anda mendambakan burger berarti Anda kekurangan zat besi. Jika mendambakan cokelat, tubuh Anda membutuhkan magnesium. Tetapi jika akar dari semua keinginan adalah kebutuhan gizi, kita semua akan menginginkan sayur kale, kata ahli gizi Jaime Mass, R.D.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keinginan kaitan dengan otak lebih dari kaitan dengan tubuh Anda.

Ternyata, makanan olahan bergula dan berlemak memicu wilayah otak yang sama, yang dipicu oleh obat-obatan. Setelah itu, otak akan memerintahkan pelepasan neurotransmitter dopamin yang membuat Anda merasa nyaman. Otak mengasosiasikan gula dan lemak sama dengan rasa nyaman sehingga Anda bisa ketagihan.

2. Gula mengalahkan lemak

Anda lebih mungkin untuk mendambakan donat manis daripada daging, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition.

Peneliti melacak aktivitas otak lebih dari 100 siswa saat mereka minum milkshake cokelat yang tinggi gula atau tinggi lemak dan mengandung jumlah kalori yang sama. Para ilmuwan menemukan bahwa minuman sarat gula, lebih efektif dalam mengaktifkan area otak yang terkait dengan nafsu makan dibanding minuman yang tinggi lemak.

3.¬†Kurang tidur memicu “ngidam”

Ketika Anda lelah, Anda lebih mungkin untuk mendambakan karbohidrat dan gula untuk memulihkan diri, kata Mass. Plus, Anda mungkin merasa lebih lapar karena tingkat ghrelin meningkat dan hormon leptin turun, katanya.

Bahkan, di salah satu studi Mayo Clinic tahun 2012, orang yang tidur 80 menit lebih sedikit daripada biasanya, ternyata makan 550 kalori ekstra di hari berikutnya.

4. Supermarket merancangnya demikian

Ketika Anda dalam antrean di kasir supermarket, biasanya akan terlihat berbagai produk permen dan cokelat yang menggoda tangan Anda untuk meraihnya.

“Produsen membayar apa yang disebut “biaya slotting” sehingga produk mereka ditempatkan di daerah yang mudah terlihat dan paling sering disinggahi atau dilewati pembeli,” kata Collin R. Payne,Ph.D., profesor pemasaran di New Mexico State University.

Sumber:merdeka.com

 

About the Author