Bawaslu serahkan aksi penolakan kampanye Ahok-Djarot ke polisi

Liputan389.com – Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta, M Jufri mengaku belum dapat memastikan pihak yang bertanggungjawab atas aksi penolakan kampanye pasangan calon petahana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat.

“Berdasarkan hasil klarifikasi yang kami lakukan lewat pemanggilan saksi dan bukti yang ada ternyata pelaku itu belum mengarah terhadap salah satu paslon. Sebab, latar belakangnya pun bukan berasal dari tim sukses (timses) manapun,” ucap Jufri kepada awak media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11).

Oleh sebab itu, hingga kini Bawaslu belum dapat menetapkan secara pasti latar belakang penolakan kampanye tersebut. Namun, diakuinya Bawaslu telah melimpahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Penyidikan sudah dilakukan. Nantinya ada pengembangan kasus atau tidak itu menjadi kewenangan kepolisian,” tegasnya.

Diketahui, Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat telah melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait aksi penolakan sejumlah pihak saat pasangan calon nomor urut dua di Pilgub DKI itu melakukan kampanye atau blusukan.

Anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Wibi Andrino mengatakan, akan terus mengawal pelanggaran yang telah dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut. Rencananya Bawaslu akan memanggil mereka yang terkait dugaan penolakan.

“Bawaslu memanggil pengawas Kelurahan dan Kecamatan untuk menghimpun bukti bukti terkait dugaan penolakan atau perampasan hak untuk berkampanye oleh oknum-oknum yang mengaku masyarakat Kedoya dan Kembangan,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (11/11).

sumber:merdeka.com

About the Author