Kapolda imbau warga Kaltim tak ikut demo 2 Desember di Jakarta

Liputan389.com – Warga Kalimantan Timur diminta tidak pergi ke Jakarta, untuk mengikuti aksi demo 2 Desember 2016 mendatang. Alasannya, dikhawatirkan aksi demo di Jakarta berujung makar pada pemerintahan Joko Widodo.

Permintaan itu disampaikan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin bersama dengan Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Johny L Tobing, saat memberikan keterangan pers bersama, di markas Polda Kalimantan Timur, di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan, siang tadi.

“Pak Kapolda konferensi pers bersama dengan Pak Pangdam, mengantisipasi aksi demo 2 Desember 2016 nanti,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Fajar Setiawan, saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (21/11).

“Kita harapkan bersama, tidak ada masyarakat Kalimantan Timur yang ikut demo ke Jakarta. Nanti kalau ada apa-apa, bisa makar nanti. Intinya jangan ikut-ikutan demo di Jakarta 2 Desember, diharapkan begitu,” ujar Fajar.

Namun demikian, lain halnya jika aksi 2 Desember, dilakukan warga Kalimantan Timur, di masing-masing kabupaten dan kota. Polri maupun TNI, siap melakukan pengamanan hingga penyampaian aspirasi berjalan lancar.

“Kita akan mempersiapkan aksi demo 2 Desember di Kalimantan Timur bersama dengan TNI, untuk memberikan pengamanan sebaik-baiknya,” terangnya.

Lantas, apakah imbauan sekaligus permintaan ini dikeluarkan sebagai antisipasi kemungkinan warga Kalimantan Timur kembali berangkat ke Jakarta, setelah sebelumnya ikut aksi 4 November 2016 lalu? Menurut Fajar, warga Kalimantan Timur yang berangkat tidak dalam jumlah banyak, saat ikut demo 4 November 2016 lalu.

“Tidak kok, sedikit saja. Untuk yang aksi tanggal 2 Desember, jangan ada yang berangkat (ke Jakarta). Dikhawatirkan ada gerakan makar,” demikian Fajar.

Diketahui, massa rencana melakukan aksi di Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang. Rencananya, aksi untuk menuntut Ahok dipenjara. Namun terendus, isunya berbelok, tidak cuma menuntut Ahok dipenjara.

Sebelumnya juga pada 17 November 2016, 400 personel Brimob Polda Kalimantan Timur tanpa senjata api, ditugaskan ke Jakarta untuk pengamanan aksi demo 2 Desember 2016. Jumlah itu meningkat, setelah sebelumnya pada pengamanan demo 4 November 2016, cuma 200 personel Brimob Polda Kaltim yang ditugaskan mengamankan aksi demo.

sumber:merdeka.com

About the Author