Charta Politika: 33,3 Persen PNS Pilih Agus, 29,6 Persen Dukung Ahok

Liputan389.com – Survei Pilkada DKI Jakarta yang dirilis Lembaga Charta Politika menunjukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lebih banyak yang memilih pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni daripada calon lainnya. Padahal, biasanya PNS lebih dekat dengan calon petahana.

“Sebanyak 33,3 persen PNS di Jakarta lebih memilih pasangan Agus-Sylvi. Sedangkan PNS yang memilih Ahok-Djarot hanya 29,6 persen,” kata Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya saat melakukan rilis survei di kantornya, Jl. Cisanggiri III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2019).

Hal tersebut berbeda dengan kebiasaan tempat lain yang lebih memilih pertahana. “Biasanya PNS itu kan lebih dekat dengan petahana tapi kenapa jumlah pemilihnya lebih sedikit,” kata Yunarto.

Jumlah PNS Jakarta yang disurvei oleh Charta Politika Indonesia sebesar 3,7 persen dari total responden sebanyak 733. Survei dilakukan pada 17-24 November 2016.

Sedangkan untuk pegawai swasta, lebih banyak memilih pasangan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)- Djarot Saiful Hidayat. Ada 26,7 persen responden yang mengaku berkerja swasta.

“Pekerja swasta yang memilih Ahok-Djarot sebesar 31,1%. Kemudian, memilih Agus-Sylvi sebesar 30,1%, dan Anies-Sandiaga sebesar 21%,” kata Yunarto.

Selain itu, 2,2% responden yang tidak bekerja lebih banyak memilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“37,5% orang tidak bekerja memilih Anies-Sandiaga. Sedangkan yang memilih Agus-Silvi sebanyak 31,3%, dan Ahok-Djarot sebesar 18,8%,” kata Yunarto.

Lembaga Charta Politika merilis survei elektabilitas tiga pasangan di Pilgub DKI 2017. Elektabilitas pasangan Agus-Sylvi tercatat paling tinggi dan hanya beda tipis dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

“Responden ditanya, bila Pilkada dilakukan hari ini, maka pasangan Agus-Sylvi menang dengan 29,5%, disusul Ahok-Djarot dengan 28,9% dan Anies-Sandi dengan 26,7 %. Sedangkan yang tidak menjawab sebesar 14,9 %,” kata Yunarto.

Survei ini dilakukan pada 17-24 November 2016 atau setelah Ahok berstatus sebagai tersangka. Jumlah sampel sebanyak 733 dari 800 yang direncanakan. Metode acak bertingkat dengan margin eror 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sumber:detik.com

About the Author