Soal Isu Akan Banyak Warga Tinggalkan Jakarta Pada 2 Desember, ini Kata Romo Benny Susetyo

Liputan389.com – Rohaniwan Romo Benny Susetyo angkat bicara soal rencana demonstrasi 2 Desember nanti. Menurut dia, penegakan hukum kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah berjalan, hingga tak perlu lagi aksi demo.

“Polisi punya jalan hukum. Ayo ikuti prosesnya. Kita jangan menambahkan hal lain lagi (demo),” kata Romo Benny di Hotel Atlet Century Jakarta, Minggu 28 November 2016.

Romo Benny menyatakan, penegakan hukum kasus Ahok dilakukan bertahap dan tidak bisa buru-buru.

“Mereka punya kredibilitas. Kita (rakyat) harus mendinginkan suasana merajut kebersamaan, mendorong Indonesia menuju tantangan global lebih besar lagi,” kata dia.

Romo Benny mengaku khawatir kebhinekaan akan terganggu jika demo terus terulang.

Muncul isu akan banyak warga tinggalkan DKI saat 2 desember

Tokoh agama Romo Benny Susetyo mengatakan, kasus yang menjerat calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hingga memicu aksi-aksi pengerahan massa, bergeser pada isu rasial.

Pengaruhnya bahkan mulai dirasakan hingga ke daerah-daerah.

“Jadi ketegangan itu tergeser, buka semata Ahok (panggilan akrab Basuki,red) tapi etnis tertentu yang jadi sasaran kebencian. Ujaran itu kan nyata,” ujar Benny di sela-sela seruan bersama tokoh dan masyarakat sipil, menyikapi kondisi kebangsaan akhir-akhir ini, di Hotel Atlet Century, Senin (28/11/16).

Menurut Romo Benny, ujaran-ujaran kebencian sangat terasa di media sosial.

Eskalasinya bahkan terus meningkat, sehingga dikhawatirkan membuat rasa takut kelompok minoritas hadir.

Apalagi baru-baru ini muncul aksi pelemparan bom molotov ke sebuah tempat ibadah di Samarinda, hingga menewaskan seorang bocah.

Romo Benny melihat, karena kekhawatiran yang ada, tak tertutup kemungkinan sejumlah masyarakat minoritas dengan kemampuan finansial cukup baik, bakal ke luar negeri pada 2 Desember mendatang.

“Jadi energi negatif karena pengaruh medsos yang menyebarkan kebencian ini, harus segera diakhiri. Lihat dalam percakapan sehari-hari, itu jadi peringatan bahwa persoalan kemajemukan, keragaman, kebhinekaan  harusnya sudah selesai. Jangan lagi persoalan kekerasan menghantui, seolah jadi sesuatu yang mengancam keutuhan bangsa ini,” pungkas Romo Benny.

Aktivis kemanusiaan ini menilai, lebih baik energi segenap elemen bangsa yang ada, dipergunakan untuk membangun bangsa. Sehingga mampu menyejahterakan masyarakat.

sumber: jpnn & liputan6.com

About the Author