Sebelum Menangkap, 8 Anggota Densus 88 Menyamar Jadi Warga Biasa Buntuti Terduga Teroris di Bekasi

Liputan389.com – Anggota Densus 88 Mabes Polri membuntuti Dian Yulia Novi (DYN), terduga teroris perempuan yang baru seminggu menyewa kos-kosan kamar nomor 104 di Bintara VIII RT 04 RW 09, Kota Bekasi.

Menurut informasi dari Husein sebelum ditangkap DYN sudah dibuntuti oleh anggota Densus 88.

Husein adalah warga yang rumahnya persis di depan kos-kosan DYN.

“Saya jam 15.00 WIB mau jemput istri saya pulang pengajian. Pas mau jemput, saya ketemu tukang ojek teman saya. Katanya, ada preman delapan orang ngikuti perempuan bercadar yang kos di depan kos-kosan rumah saya,” ucap Husein di lokasi penggerebekan.

Selanjutnya, kehadiran delapan anggota berpakaian preman (pakaian biasa non dinas) yang adalah Densus 88 itu, turut‎ dipergoki oleh tukang ojek yang adalah teman Husein.

Kepada tukang ojek itu, anggota Densus 88 bertanya dimana rumah perempuan bercadar itu.

Tukang ojek menjawab tidak tahu, dan mempersilahkan anggota Densus 88 untuk membuntuti.

“Ikuti saja pak, sepertinya ngekos tidak jauh dari sini. Sekitar 100 meter diikuti, saat mau masuk ke kosan, perempuan itu ditangkap. Dan kamarnya digeledah, ditemukan bom rakitan,” tambah Husein.

Untuk diketahui, Densus 88 Mabes Polri, menangkap tiga terduga teroris terdiri dari dua pria dan satu perempuan di ‎dua lokasi.

‎Dua pria yakni Nur Solihin (NS) dan Agus Supriyadi (AS) ditangkap di dalam mobil di saat melintas di dekat Fly Over Kalimalang.

Sementara satu perempuan yakni Dian Yulia Novi (DYN) ditangkap di kos-kosan Jalan Bintara VIII RT 04 RW 09, Kota Bekasi.

Dari kontrakan DYN, Densus 88 menyita satu bom rakitan berbentuk Rice cooker yang sudah didisposal dan terdengar satu kali ledakan.

Saat ini lokasi penggerebekan masih dijaga ketat oleh personel kepolisian. Warga juga masih memadati areal tersebut.

sumber:tribunnews.com

About the Author