8 Tahun Memimpin, Ini Kesuksesan yang Diwariskan ‘Barack Obama’

Official portrait of President Barack Obama in the Oval Office, Dec. 6, 2012. (Official White House Photo by Pete Souza) This official White House photograph is being made available only for publication by news organizations and/or for personal use printing by the subject(s) of the photograph. The photograph may not be manipulated in any way and may not be used in commercial or political materials, advertisements, emails, products, promotions that in any way suggests approval or endorsement of the President, the First Family, or the White House.
Official portrait of President Barack Obama in the Oval Office, Dec. 6, 2012

Liputan389.com – Barack Obama tinggal hitungan hari menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Sebelum resmi meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari mendatang, ia pun menegaskan sejumlah kemajuan yang berhasil dicapai di bawah delapan tahun pemerintahannya.

“Sebagaimana kita melihat masa depan, saya ingin mengambil waktu sejenak untuk melihat kembali kemajuan luar biasa selama delapan tahun terakhir,” tulis Obama melalui media sosial International Business Times, Senin (2/1/2017).

Dan yang pertama disinggung Obama adalah keberhasilan pemerintahannya dalam menangani krisis keuangan dan isu kesehatan.

“Menghadapi krisis keuangan terburuk dalam 80 tahun terakhir, kini Anda dapat menyaksikan pertumbuhan lapangan pekerjaan terbesar dalam sejarah,” kicau Obama dilengkapi dengan infografis yang menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan di sektor swasta sebanyak 15,6 juta dalam 81 bulan terakhir.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah puluhan tahun biaya perawatan kesehatan mahal, kini setiap rakyat AS memiliki akses ke keamanan finansial menyangkut perawatan kesehatan yang terjangkau.

Infografis yang ditampilkan menunjukkan bahwa prosentase warga AS yang hidup tanpa asuransi kesehatan telah turun hampir setengah, dari 16 persen pada 2010 menjadi 8,9 persen pada tahun 2016.

Presiden AS asal Partai Demokrat itu lantas menyinggung kebijakan pemerintahannya terhadap energi hijau. Ia menyoroti kinerja kabinetnya yang mampu menurunkan ketergantungan pada minyak asing lebih dari setengah pada periode 2008 hingga 2015.

“Kami memperdagangkan minyak asing untuk energi bersih. Kami meningkatkan standar efisiensi bahan bakar, dan kami bertindak dalam skala global untuk menyelamatkan satu-satunya planet yang kita miliki,” kicau Presiden Obama.

Sementara ketergantungan pada minyak asing menurun, begitu pula dengan jumlah pasukan AS di luar negeri.

“Kami membawa pulang lebih banyak pasukan dan memperkuat kepemimpinan AS–memimpin dengan diplomasi dan bermitra dengan berbagai negara untuk menyelesaikan persoalan global,” tulis suami dari Michelle Obama itu.

Presiden kulit hitam pertama AS itu juga menyebut bagaimana pemerintahannya mengukir sejarah untuk menegaskan kembali kesetaraan termasuk melalui dukungan terhadap kebijakan pernikahan sesama jenis.

“Telah menjadi keistimewaan bagi saya untuk menjadi presiden Anda. Ke depan, saya akan berbaur bersama kalian sebagai warga negara. Selamat tahun baru semuanya,” kata Obama.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer, mengatakan warisan pemerintahan Obama selama delapan tahun terakhir terancam dengan kehadiran Trump di Gedung Putih. Meski demikian, Spicer tak secara rinci menjelaskan kebijakan mana yang akan dicabut.

Sejauh ini Trump mengkritik keras kebijakan Obama di sektor imigrasi, energi hijau, dan kebijakan luar negeri.

Setelah tak lagi menjadi orang nomor satu di Negeri Paman Sam, Obama akan mengganti akun Twitternya menjadi @POTUS44. Sementara itu, akun resmi presiden AS @POTUS akan diambil alih oleh Trump.

Menurut ABC News, Obama akan mengunjungi Capitol pada 4 Januari waktu setempat untuk bertemu dengan parlemen dan senat asal Partai Demokrat. Dalam kesempatan tersebut ia disebut-sebut akan menetapkan strategi demi mencegah Partai Republik mengotak-atik warisan pemerintahannya terutama terkait dengan undang-undang kesehatan.

Ia juga dikabarkan berencana menyampaikan pidato di kampung halamannya di Chicago pada tanggal 10 Januari.

About the Author