Tawa di Persidangan Kelima Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

Liputan389.com – Sidang kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Sidang kali ini kembali memperdengarkan keterangan para saksi.

sidang-ahok_2712_20161227_111808

 

Saksi pertama adalah Pedri Kasman, Sekretaris Pemuda PP Muhammadiyah. Pedri memberikan keterangan selama tiga jam. Pedri adalah saksi pelapor.

Dia diberi kuasa oleh Ketua Pemuda PP Muhammadiyah melaporkan kasus dugaan kasus penistaan agama ke Polda Metro Jaya pada 7 Oktober 2016.

saat persidangan penonton sidang beberapa kali tergelak dan tak mampu menahan tawanya, saat mendengar pernyataan saksi.

Seperti saat pengacara Ahok menanyakan pada saksi, apakah saksi mengetahui saat Ahok ke Kepulauan Seribu sudah memasuki masa kampanye?

Mendengar itu, Pedri menyatakan keberatan pada hakim. Sontak seisi ruangan riuh mendengar jawaban Pedri, tak terkecuali Ahok.

Hakim pun meredakan tawa pengunjung dengan memberi tahu saksi tidak berhak untuk keberatan.

Sejak sidang dimulai, wajah Ahok terlihat santai. Sesekali dia mengecek Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Pedri dan mengobrol dengan Fifi Lety, adik kandungnya yang juga penasihat hukumnya, yang duduk di samping.

Tawa kembali pecah saat Pedri dengan polos menanyakan mengapa Ahok mendapat BAP sedangkan dirinya tidak. “Mengapa terdakwa dapat BAP, saya tidak?” tanya Pedri, Selasa (10/1/2017).

Menutup kesaksiannya, Pedri membacakan tiga kesimpulan. Di antaranya berisi permintaan permohonan penahanan Ahok.

 

Sidang Dimulai, Ahok Tenteng Map Merah

Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kembali digelar di Gedung Auditorium, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Pantauan Liputan389.com Selasa (10/1/2017), Ahok tiba beberapa menit setelah majelis hakim tiba di ruang sidang, yakni sekitar pukul 09.18 WIB. Mengenakan batik abu-abu bercorak biru muda dan menenteng map merah, Ahok langsung duduk di kursi terdakwa.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menengok ke pengunjung sidang lanjutan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1). Sidang keempat berlangsung tertutup dan tidak boleh disiarkan langsung oleh media. (Liputan6.com/Irwan Rismawan/Pool)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menengok ke pengunjung sidang lanjutan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1). Sidang keempat berlangsung tertutup dan tidak boleh disiarkan langsung oleh media. (Liputan6.com/Irwan Rismawan/Pool)

Namun, selang beberapa menit kemudian, Gubernur nonaktif DKI Jakarta tersebut, berpindah ke samping tim pengacaranya. Sementara, kursi yang sebelumnya diduduki Ahok ditempati saksi sidang.

Sidang kelima kasus dugaan penistaan agama tersebut beragendakan pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum.

Lima saksi yang akan memberikan keterangan adalah Sekretaris Pusat Pemuda Muhamadiyah Pedri Kasman SP, Sekretaris Forum Umat Islam Bogor H Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, dan advokat Muhammad Burhanuddin.

Selain itu, ada pendiri Yayasan Pembina Muallaf Irena Center dan Pondok Pesantren Muallafah Irena Center Irena Handono dan pengurus DKM Darussalam Ibnu Baskoro.

Kepolisian mengerahkan 2 ribu lebih personel untuk mengamankan jalannya sidang Ahok. Ribuan personel itu akan ditempatkan di empat ring, yakni di ruangan sidang, pelataran gedung Kementan, luar gedung Kementan, dan sekitaran gedung Kementerian Perhutanan.

Terkait kasus ini, Ahok didakwa dengan Pasal 156 dan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atas dugaan penistaan agama terkait dengan Surat Al Maidah ayat 51.

Ahok dianggap telah mengatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu golongan masyarakat Indonesia. Dia diancam pidana paling lama 5 tahun penjara.

 

Jalani Sidang Kelima, Ahok Tiba di Kementan Melalui Gedung C

Sidang kelima kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hari ini. Sidang kelima tersebut beragendakan pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum.

Ahok telah tiba di Auditorium Gedung Kementan, Selasa (10/1/2017) pada pukul 08.13 WIB. Dia masuk melalui gedung C Kementerian.

Saat ini, Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu sudah berada di Auditorium Kementan untuk menunggu jalannya sidang kelima ini.

Sementara itu, lima saksi yang akan memberikan keterangannya adalah Sekretaris Pusat Pemuda Muhamadiyah Pedri Kasman SP, Sekretaris Forum Umat Islam Bogor H Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, dan advokat Muhammad Burhanuddin.

Selain itu, ada pendiri Yayasan Pembina Muallaf Irena Center dan Pondok Pesantren Muallafah Irena Center Irena Handono dan pengurus DKM Darussalam Ibnu Baskoro.

Kepolisian mengerahkan 2 ribu lebih personel untuk mengamankan jalannya sidang Ahok. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Iwan Kurniawan, mengatakan, ribuan personel itu akan ditempatkan di empat ring, yakni di ruangan sidang, pelataran gedung Kementan, luar gedung Kementan, dan sekitaran gedung Kementerian Perhutanan.

“Jumlah personel yang kami kerahkan di sidang yang kelima ini, masih sama jumlahnya seperti sidang sebelumnya, sekitar 2 ribu lebih yang insert di lapangan,” tutur Iwan di Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Terkait kasus ini, Ahok didakwa dengan Pasal 156 dan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atas dugaan penistaan agama terkait dengan Surat Al Maidah ayat 51.

Ahok dianggap telah mengatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu golongan masyarakat Indonesia. Dia diancam pidana paling lama 5 tahun penjara.

About the Author