Jokowi Mendadak Panggil Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya

Liputan389.com -Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendadak memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana ke Istana.

Iriawan dan Teddy datang ke Istana sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya di Istana, keduanya menemui Presiden secara bergantian. Pertemuan itu berlangsung sekira 1 jam.

Iriawan mengaku sekadar berbincang santai soal kondisi keamanan Jakarta dengan Jokowi. Ia menambahkan, termasuk pantauan situasi keamanan jelang Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017.

“Ya (saya) kan termasuk bawahan beliau, nanya ngobrol gimana situasi. Alhamdulillah aman. Tertib lancar,” kata Iriawan usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

-Capture

Jenderal bintang dua itu memastikan situasi Jakarta ini masih aman. Dia juga berharap tidak ada demo selama pilkada berlangsung.

“Semoga enggak ada (demo),” ucap Iriawan.

Sementara itu, Teddy memastikan prajurit TNI sudah siap kapan saja diterjunkan untuk membantu Polri dalam mengamankan Ibu Kota. Hanya saja, dia tidak mau mengungkap kekuatan yang disiapkan TNI untuk membantu pengamanan.

“Kita lihatlah nanti. Masa diumbar-umbar. Nanti seperti biasa ada gelar, ada tahapan,” ucap Teddy juga usai bertemu Jokowi.

 

Jokowi: Anak Indonesia Harus Dipagari agar Tak Hilang Jati Diri

201511041755

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan para guru dan orangtua untuk mengawasi anak-anak saat belajar. Pengaruh teknologi yang sangat pesat membutuhkan pengawasan dan batasan agar tidak berujung negatif.

Jokowi mengatakan, perang fisik sudah hampir tidak terjadi lagi. Peperangan saat ini dimulai dengan penguasaan sumber daya alam dan sumber ekonomi di sebuah negara.

Karena itu, anak-anak harus dibekali dengan nilai-nilai budi pekerti, kesopanan, kesantunan, dan berbagai karakter keindonesiaan. Sebab, perang saat ini sasarannya pada penghancuran ideologi.

“Bukan lewat perang dan penguasaan teritori. Sekarang ini negara dikuasai negara yang lain dimulai dari perang ideologi, dimulai dari penyerangan sisi ekonomi, dimulai dari penyerangan sisi mentalitas, dimulai dari penyerangan sosial budaya,” kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Budaya, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Hal-hal seperti ini yang perlu ditekankan kepada para pendidik. Anak-anak harus dibekali dengan karakter keindonesiaan sehingga masuknya berbagai pengaruh dari luar tidak akan berefek signifikan bagi anak-anak.

“Kita pagari anak-anak kita betul-betul kita pagari anak-anak kita jangan sampai terbawa arus budaya negara lain sehingga kita kehilangan jati diri,” Jokowi memungkasi.

 

Antasari Azhar: Saya Ingin Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

1632145-antasari-azhar-780x390

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengakui rencana pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Negara berdasarkan permohonannya. Ia telah mengajukan bertemu Jokowi sejak mendapat bebas bersyarat.

“Saya yang minta untuk bertemu. Itu mengajukannya tidak lama setelah saya dinyatakan bebas bersyarat,” tutur Antasari Azhar, Kamis (26/1/2017).

Saat itu Antasari mengajukan permohonan dengan maksud mempertanyakan nasib permohonan grasi yang sudah lebih dulu dilayangkan kepada Presiden Jokowi. Namun, jawaban pengabulan permohonan pertemuan tersebut terjadi setelah grasi dia terima pada Rabu, 25 Januari.

“Ya sudah, pertemuan yang tadinya mau mempertanyakan status grasi diubah jadi ingin mengucapkan terima kasih,” kata dia.

Antasari Azhar mengaku tidak ada persiapan khusus untuk pertemuan tersebut. Dia mengaku akan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan, sebagaimana aturan masuk ke dalam Istana Negara.

About the Author