Kata Ahok Soal Pengacaranya Dapat Bukti SBY Telepon Ma’ruf Amin

Liputan389.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak banyak berkomentar soal bukti percakapan telepon antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin. Bukti percakapan itu, kata Ahok hanya dimiliki pengacaranya.

“Itu (bukti) pengacara, tanya sama pengacara,” ujar Ahok di Kawasan Marunda, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).

Menurut Ahok, bukti itu banyak didapat dari media. Pada 7 Oktober 2016 lalu, banyak pemberitaan tentang telepon itu. Ma’ruf sendiri yang mengatakan bahwa dirinya dihubungi SBY ketika Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni mendatanginya. Saat itu, Agus-Sylvi meminta restu maju Pilkada DKI pada para ulama NU.

“Ada di media kok. Katanya di Tempo, di Liputan389.com juga (ada),” ucap Ahok.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (24/1). (Liputan389.com/Pool/Tino Oktaviano)
Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (24/1). (Liputan389.com)

Kuasa hukum Ahok, Humprhey Djemat mengatakan bukti percakapan telepon hanya akan dibeberkan di proses persidangan.

“Buktinya nanti kita akan buktikan diproses persidangan. Kalau kita kemukakan disini nanti akan menyalahi proses pengadilan,” kata Humprey usai sidang di Kementan, Selasa, 31 Januari 2017.

Humprey menegaskan pihaknya tidak asal menuduh ada telepon antara SBY dan Ma’ruf pada 6 Oktober 2017 pukul 10.16 WIB.

“Pasti kita berikan setelah majelis hakim (mengetahui),” ucap dia

Saat sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama kemarin, saat mendengar keterangan Ketua MUI Ma’ruf Amin, kuasa hukum Ahok mencecar Ma’ruf terkait hubungannya dengan SBY.

Ma’ruf ditanyai soal telepon dari SBY yang berisi dua pesan. Pesan pertama adalah agar Agus-Sylvi diterima di PBNU, kedua agar segera dikeluarkan fatwa soal dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

 

SBY Telepon Ulama NU Saat Agus Yudhoyono Minta Restu Maju Pilkada

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menelepon Rais Aam NU, KH Ma’ruf Amin, ketika putranya, Agus Yudhoyono datang ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk meminta restu dalam menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.

maxresdefault
Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Wisma Proklamasi, Jakarta, Jumat (23/9). Kedatangan keluarga SBY untuk menghadiri deklarasi Agus-Sylviana sebagai pasangan di Pilgub DKI 2017. (Liputan896.com)

“Pak SBY telepon saya. Saya ingat waktu beliau Presiden yang pertama kali hadir dan dampingi di Senayan kata beliau saya,” ungkap Ma’ruf di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Ma’ruf memang tidak menyebut apa isi pembicaraan dengan SBY melalui telepon itu. Dia lalu melanjutkan dengan mendoakan pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dipilih warga Jakarta.

“Mudah-mudahan dukungan NU, secara kelembagaan tidak, tapi secara keumatan. Yang paling lengkap samanya, ada perempuannya, secara kultural Nahdliyin, Agus-Sylvi,” ucap Ma’ruf.

Sementara Agus mengatakan, saat ayahnya menelepon Ma’ruf, dia hanya berpesan untuk menyampaikan salam kepada para ulama NU. SBY juga meminta waktu secara khusus untuk bisa berdiskusi lebih panjang dengan para ulama.

“Pak SBY hanya menitipkan pesan tolong sampaikan kepada ketua umum bahwa beliau berkenan jika ada waktu untuk berdiskusi bersama berbicara tentang Islam di Indonesia dan untuk dunia,” ujar Agus.

About the Author