Studi Ungkap 3 Tipe Orang yang ‘Hobi’ Lihat Konten Porno

Liputan389 –┬áBeberapa orang punya ‘hobi’ menyaksikan konten porno. Nah, baru-baru ini studi mengungkapkan bahwa ada tiga tipe orang yang hobi menonton porno.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine mengungkapkan ada tiga tipe orang yang menonton porno yakni rekreatif, kompulsif, dan tertekan. Untuk orang yang reakreatif berjumlah 75 persen dari seluruh peserta studi yang berjumlah 830 orang ini.

Rata-rata, mereka menghabiskan waktu 24 menit melihat konten porno dalam seminggu. Kelompok ini terdiri dari utamanya perempuan dan orang-orang yang berada dalam sebuah hubungan. Kemudian, ada pula kelompok yang tertekan dan mengaku menonton porno minimal 17 menit per minggu.

Seperti tipenya, orang-orang yang masuk dalam kelompok ini umumnya mengalami tekanan emosional hingga mereka menyaksikan konten porno. Lalu, ada pula kelompok kompulsif yang jumlahnya 11,8 persen dari peserta studi.

“Mereka menghabiskan waktu 110 menit per minggu dan pria lebih mungkin masuk dalam kategori ini,” kata peneliti yang berasal dari Universite Laval di Quebec dalam laporannya, seperti dikutip dari The Sun.

Di studi ini, peneliti meminta partisipan melaporkan seberapa sering mereka menonton konten porno. Kemudian dilakukan pengukuran terhadap seberapa kompulsif kebiasaan itu dan rasa tertekan saat menyaksikan konten tersebut.

“Penonton yang rekreatif melaporkan kepuasan seksual yang lebih tinggi sementara kadar kompulsivitas, penolakan, dan disfungsi seksualnya lebih rendah. Sementara, pengguna tipe kompulsif memiliki kepuasan seks yang lebih rendah tapi memiliki kadar kompulsivitas, penolakan, dan disfungsi seksual yang lebih besar,” terang peneliti.

Sementara, mereka yang tertekan merasakan kepuasan seksual yang kurang dan melaporkan melakukan lebih sedikit aktivtas seksual. Tapi, mereka memiliki kompulsivitas dan penolakan seksual yang lebih besar.

“Kami mengonfirmasi bahwa ada aktivitas menyaksikan konten porno yang sifatnya rekretif dan kompulsif, tapi di sisi lain kami menemukan tipe lainnya di mana seseorang tidak terlalu aktif mengakses konten porno tapi dia cukup tertekan,” kata peneliti.

Kebiasaan menyaksikan konten porno kerap dikaitkan dengan kecanduan porno. Dikutip dari Health, psikolog Gail Saltz, MD mengatakan kecanduan konten porno sama halnya dengan kecanduan seks. Bedanya, kecanduan seks membutuhkan partner atau lawan main, sedangkan kecanduan konten porno dapat ‘terpuaskan’ hanya dengan akses internet.

Namun Saltz menegaskan, kecanduan konten porno berbeda dengan kecanduan terhadap obat-obatan atau alkohol yang bersifat fisiologis. Hanya saja sebagian studi membuktikan kecanduan apapun bersumber dari satu hal, yaitu sistem pemberian ‘imbalan’ di dalam otak yang di.

Sementara, tidak semua pakar juga sepakat bila kesukaan mengakses konten porno digolongkan sebagai salah satu bentuk kecanduan (addiction). Seperti halnya diutarakan pakar seksualitas dan psikoterapis, Ian Kerner, PhD.

“Saya sangat berhati-hati ketika harus menggunakan kata ‘kecanduan’ dan ‘penyakit’, utamanya bila dihadapkan pada perilaku yang di luar kendali,” katanya.

Akan tetapi, baik Kerner maupun Saltz sependapat jika kebiasaan untuk mengakses konten pornografi secara obsesif digolongkan sebagai gejala gangguan mental.

Tags :

About the Author