Teman Saksi Ahok-Djarot Sempat Terjadi Keributan di JIExpo

Liputan389 – Teman bagi saksi dari cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias (Ahok) Sempat Terjadi aksi dorong. Polisi juga turun tangan untuk meredam situasi.

Ribut-ribut itu terjadi sebelum Ahok tiba di lantai 6 JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Liputan389 Minggu (9/4/2017). Ada saksi yang ingin masuk ke ruangan untuk pengarahan namun tidak diperbolehkan.

Pantauan detikcom, sejumlah orang sempat mendorong petugas keamanan dan panitia karena dilarang masuk pada pukul 14.30 WIB. Polisi turun tangan untuk melerai.

Wartawan yang merekam kejadian itu diminta menghapus rekaman oleh oknum panitia. Wartawan juga diminta keluar ruangan.

“Hapus videonya, jangan lo rekam,” kata seseorang yang mengenakan kemeja kotak-kotak.

“Keluar semua wartawan, jangan di sini,” lanjutnya.

Puluhan calon saksi yang ribut mengenakan kemeja kotak-kotak turun ke bawah. Mereka pergi pun meninggalkan JIExpo Kemayoran.

Usai keributan, Ahok dan Sekjen PDIP Hasto tiba di lokasi. Ahok kemudian memberikan pengarahan kepada saksi.

detikcom berusaha meminta penjelasan dari panitia acara di lokasi mengenai kejadian tersebut. Namun, belum ada komentar.

Penjelasan Teman Ahok Soal Keributan di JIExpo


Penjelasa teman saksi Ahok di JIExpo

Liputan389 – Teman bagi saksi cagub-cawagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat hari ini sempat diwarnai keributan dan aksi saling dorong dengan pertahanan polisi. Teman Ahok mengatakan itu akibat para saksi terlalu semangat.

“Jadi sebenarnya sudah diatur kloter-kloternya untuk pelatihan. Seperti misalnya untuk Cawang itu pukul 15.00 WIB. Tapi ada yang saking semangatnya jadi sudah berangkat dari pagi,” kata anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Minggu (9/4/2017).


Eva mengatakan sudah ada pengaturan jadwal untuk pelatihan saksi per wilayah. Tapi, mungkin ada yang tidak memperhatikan jadwalnya.

“Mereka enggak lihat jadwal. Saking semangatnya jadi chaos,” ucapnya.

Selain mengikuti pelatihan, para saksi juga menjalani seleksi. Eva menuturkan antusiasme peserta sangat tinggi.

Dalam kejadian itu, wartawan yang meliput diminta menghapus rekaman oleh oknum panitia. Eva mengaku akan memperingatkan mereka yang berlaku demikian.

“Mungkin malu ya karena ricuh. Nanti akan diperingatkan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, ribut-ribut itu terjadi sebelum Ahok tiba di lantai 6 JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (9/4/2017). Ada saksi yang ingin masuk ke ruangan untuk pengarahan namun tidak diperbolehkan.

Pantauan detikcom, sejumlah orang sempat mendorong petugas keamanan dan panitia karena dilarang masuk pada Liputan389 pukul 14.30 WIB. Polisi turun tangan untuk melerai.

Wartawan yang merekam kejadian itu diminta menghapus rekaman oleh oknum panitia. Wartawan juga diminta keluar ruangan.

Tags :

About the Author