Prabowo Mengatakan Soal VideoPrabowo Video Behubungan tentang keberagaman #BeragamItuBasuki-Djarot

Liputan389 – Video Behubungan tentang keberagaman yang diunggah cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama/Ahok yang akan di selenggarakan pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kembali mendapat kritik. Dan Kali ini kritik datang dari Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya kira itu juga bagian yang kita imbau dan harapkan bahwa mari kita semua mencari kebaikan dan kesejukan,” kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Liputan389 Senin (10/4/2017).

 

Saya kira itu juga bagian yang kita imbau dan harapkan bahwa mari kita semua mencari kebaikan dan kesejukan,” kata Prabowo

Ia mengimbau, dalam perhelatan Pilkada DKI ini, tidak ada fitnah terhadap orang lain ataupun pencemaran nama pihak tertentu.

“Jangan kita mencemarkan atau memfitnah orang lain dan kelompok lain,” kata Prabowo.

Seperti diketahui, video yang diberi judul #BeragamItuBasukiDJarot tersebut diunggah Ahok sehari yang lalu melalui akun Instagram-nya, @basukibtp. Pantauan Dari Liputan389 pada Senin (10/4) sekitar pukul 13.25 WIB, video tersebut sudah dilihat 285.983 kali dan disukai oleh lebih dari 63 ribu netizen.

ACTA kemudian melaporkan Ahok-Djarot ke Bawaslu RI terkait video tersebut. ACTA menilai hal tersebut melanggar Pasal 69 huruf B UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, yaitu dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, dan golongan.

PKS Mengatakan Ahok Seharus’nya Minta Maaf #BeragamItuBasuki-Djarot


Liputan389 – President dari PKS Sohibul Iman untuk meminta calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/Ahok untuk meminta maaf terkait video tentang keberagaman yang diunggahnya dalam vidio yang diberi judul #BeragamItuBasukiD-Jarot. Dia menganggap ini sebagai sesuatu yang tidak wajar.

“Ya, saya kira dari sisi kami, karena itu sesuatu yang salah, tentu harus minta maaf. Tapi yang bersangkutan merasa bukan sebagai sebuah kesalahan. Tentu secara tuntutan publik, kami melihat ini sebagai sesuatu yang tidak wajar,” ujar Sohibul di Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jaksel, Liputan389 Senin (10/4/2017).

saya kira dari sisi kami, karena itu sesuatu yang salah, tentu harus minta maaf.

Sohibul mengaku telah menonton video tersebut meskipun dia tidak terlalu memperhatikan secara detail. Menurutnya, video itu tidak etis dan cenderung menyebarkan provokasi.

“Sepintas melihat itu tidak etis ya, bahkan cenderung provokatif. Karena itu digambarkan seolah-olah ada sekelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini beratribut muslim, seolah-olah akan melakukan pengusiran, mengganyang pihak lain, yang di situ disebut sebagai Tiongkok atau Tionghoa,” tuturnya.

Politikus PKS Hidayat Nur Wahid pun memandang hal itu sebagai bentuk provokasi. Seharusnya, kata Hidayat, pemimpin dapat mencarikan solusi dan meredakan suasana.

“Harusnya sebagai seorang pemimpin meredakan suasana, mencarikan solusi, tidak hanya memprovokasi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” imbuhnya.

Hidayat justru mempertanyakan siapa sebenarnya yang tengah memainkan isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta ini. Dia meminta hal ini dihentikan agar suasana masyarakat tetap sejuk.

“Menurut saya, ketika kebanyakan orang teriak-teriak untuk menuduh Anies-Sandi memainkan isu SARA, justru semakin terbukti siapa yang memainkan isu SARA,” jelas Hidayat.

Tags :

About the Author