Ketua Komisi Pemberantas Korupsi atau KPK, Novel baswedan

Banyak Doa Mengalir Untuk Novel Baswedan

Liputan389 – Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbaur di pelataran markas antirasuah. Mereka tak tersekat jabatan. Mulai dari pejabat yang biasa bekerja di lobi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK hingga pejabat level atas, berkumpul bersama.

Tujuan mereka hanya satu yaitu mendoakan kesembuhan penyidik senior Novel Baswedan Baswedan yang disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Selasa subuh (11/2).

Novel Baswedan adalah satu dari pendekar antikorupsi yang coba ‘dibunuh berkali-kali’. Teror air keras ke Novel, merupakan serangkaian percobaaan ‘pembunuhan’ yang sudah dilancarkan sejak beberapa tahun silam.

Novel Baswedan dikriminalisasi saat mengusut kasus dugaan korupsi Simulator SIM di Korlantas Polri tahun 2012. Dia dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan di Bengkulu 2004.

Tak sampai kriminalisasi, waktu memimpin penangkapan Bupati Daerah Buol, Amran Batalipu pada bulan Juni 2012, mobil yang ditumpangi Novel Baswedan diserang loyalis Amran dan ditabrak dengan mobil lainnya.

Teror terhadap Novel Baswedan terus berdatangan, mengiringi kiprahnya memberantas korupsi di negeri ini. Dia kerap dibuntuti orang tak dikenal, baik menuju atau pulang kantor.

Akibat penyiraman air keras, Novel Baswedan harus mendapat perawatan sampai ke luar Indonesia. Dokter menyebut penglihatan Novel masih kabur akibat terpapar air keras, pandangan matanya masih di bawah 50 persen.

Novel Baswedan diketahui memilih menanggalkan seragam coklat untuk bergabung sebagai bagian dari lembaga yang baru berdiri pada 2004. Dia kini menjadi penyidik tetap Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dan mengetuai tim satgas untuk kasus korupsi e-KTP.

Acara doa sore ini dipanjatkan untuk kesembuhan sang pendekar antikorupsi. “Semoga Novel Baswedan cepat pulih dan bisa kembali bersama di sini,” kata pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yang memimpin acara doa, Kamis (13/4).

“Siapa kita?” teriak Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Giri Supardiono. “Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK!”

“Siapa Novel?” teriak Giri lagi. “KPK” lanjut ratusan pegawai yang berbaur.

Di sela acara doa, Wakil Ketua I Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Heri Nurudin meminta Presiden Joko Widodo membongkar teror kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dan membentuk tim pencari fakta yang melibatkan pihak internal dan eksternal.

“Kami menyatakan bahwa kejadian Novel tidak menyurutkan tugas kami untuk memberantas korupsi. Semoga teror sampai di sini saja dan tidak ada teror berikutnya,” kata Heri.

Novel kini terbaring di ranjang rumah sakit di Singapura. Penglihatan Novel Baswedan masih belum terang benderang. Namun, keteguhannya memberantas korupsi sudah dirinya wakafkan untuk negeri ini.

Pemerintah Indonesia sudah memastikan bahwa biaya pengobatan Novel di Singapura ditanggung negara. Pemerintah pun meminta agar Novel Baswedan dicarikan pengobatan yang terbaik.(adm/liputan389)

About the Author