Fakta Dibalik Kekalahan Ahok di Pilkada DKI 2017

0
214
views
Gubernur Ahok yang kalah di Pilkada DKI Jakarta 2017
Gubernur Ahok yang kalah di Pilkada DKI Jakarta 2017

Liputan389 – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sekaligus petahana berdasarkan hasil quick count hasil pemungutan suara dinyatakan kalah.

Pemenangnya adalah pasangan nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menunjukkan pasangan Basuki dan Djarot hanya meraih 44,14 persen suara, sedangkan pasangan Anies dan Sandiaga meraih 55,86 persen suara.

Data masuk sebanyak 96,29 persen. Hasil quick count Penelitian dan Pengembangan Harian menunjukkan pasangan Basuki dan Djarot hanya meraih 41,87 persen suara, sedangkan pasangan Anies dan Sandiaga meraih 58,13 persen suara.

Data masuk sebanyak 94,7 persen. Kendati dinyatakan mendapatkan kekalahan, namun pemenang sah adalah yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta berdasarkan hasil real count.

Kekalahan pasangan petahana telah diprediksi sejumlah lembaga survei dan konsultan politik, sebelumnya. Saat pemungatan suara putaran pertama, pasangan Ahok, sapaan Basuki dan Djarot malah menang.

Lalu, apa sebenarnya penyebab petahana mendapatkan kekalahan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022? Peneliti dari lembaga survei sekaligus konsultan politik LSI Denny JA, Adjie Alfaraby dan Ardian Sopa pernah membeberkan sebelumnya.

Komentar Haji Lulung Usai Ahok Mendapatkan Kekalahan di Pilkada DKI Jakarta

Haji Lulung tersenyum soal kekalahan Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2013
Haji Lulung tersenyum soal kekalahan Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2013

Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Lulung hadir dalam konferensi pers Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Konferensi Pers berlangsung di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) itu sejak lama mendukung Anies-Sandi meski partainya, baik kubu Djan Faridz maupun Romahurmuziy, mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Lulung berharap, seusai Pilkada DKI, rakyat Jakarta kembali bersatu.

“Kita mulai besok harus cair dan bersatu lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung Anies-Sandi,” kata Lulung.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera.

“Tepuk tangan buat Haji Lulung dan teman-teman PPP-nya yang luar biasa,” ujar Mardani.

Seusai menggelar konferensi pers di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, rombongan tim pemenangan tiba di Kantor DPP Gerindra.

Turut hadir Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan sejumlah elite partai pendukung Anies-Sandi lainnya.

Setibanya di Kantor DPP Gerindra, mereka disambut sorak sorai pendukung yang telah berkumpul. Demi merayakan kemenangan jika Anies-Sandiaga menang di Pilkada Putaran Kedua, musikus Ahmad Dhani berjanji akan menggelar seribu konser di ibu kota.

“Kita akan siapkan seribu konser di Jakarta,” sebelum mencoblos di TPS 24 Pinang Emas, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Tak hanya itu, janjinya memboyong grup musik papan atas Red Hot Chili Peppers juga bakal ditepati. Sebelumnya, Dhani memang berjanji memboyong grup musik Red Hot Chili Pepper ke kota Bekasi jika ia menjadi wakil Bupati Bekasi. Namun memang, janjinya tak ditepati lantaran ia gagal menjabat.

“Mungkin iya, bisa (boyong Red Hot Chili Peppers ke Jakarta),” katanya.

Musikus Ahmad Dhani berikrar jika dirinya akan pindah ke luar kota, jika gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali memimpin Jakarta. Ia tak akan lagi menempati rumah mewahnya di kawasan Pinang Mas, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

“Saya siap pindah (jika Ahok menang),” kata Ahmad Dhani sebelum mencoblos di TPS 24 Pinang Mas, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Tak lagi menetap sebagai warga ibu kota, Dhani memilih untuk menempati rumah miliknya di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Bapak lima anak tersebut dengan senang hati menjadi tetangga Habib Rizieq.

“(Pindah) ke Cisarua. Kan ada rumah di sana. Dekat sama Habib Rizieq, tetanggaan,” pungkasnya.

Ahmad Dhani memprediksi kondisi Jakarta jika gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menjabat menjadi gubernur.

“Pasti (Jakarta) bakal rusuh,” kata Dhani sebelum mencoblos di TPS 24 Pinang Emas, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Dengan tegas, Dhani berpendapat bahwa akan banyak pihak yang tidak menerima kemenangan Ahok.

“Ahok ini, penguasa ini lupa kalau dia bukan cuma musuh agama, musuh orang islam di Jakarta, tapi musuh orang islam se-Indonesia. itu yang rezim ini lupa,” lanjut Dhani.

Bahkan bapak tiga anak itu berikrar, jika Ahok menang nanti dia siap pindah ke kota lain. Ia memilih untuk tinggal di Cisarua, menempati kediamannya di kawasan tersebut.

“Siap pindah saya, ke cisarua. kan ada rumah di sana. Dekat sama Habib Rizieq, tetanggaan,” pungkasnya.(adm/liputan389)

Comments

comments