Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengutarakan kalimat penting di Pilkada DKI 2017

Kalimat Terpenting Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilkada DKi 2017

Liputan389 – Calon Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama, tak punya rencana khusus soal hasil akhir perolehan suara pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Menurut Ahok, kalah atau menang, ia masih harus mengerjakan kewajibannya sebagai gubernur hingga Oktober 2017.

“Masih kerja sampai Oktober. Sampai Oktober kok jabatan kami. Kami beda. Selesai ini kan kami masih kerja,” ujar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat ditanyai para media jika kalah dalam putaran kedua di kediamannya, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 19 April 2017.

Baca Juga : Penyebab Kekalahan Ahok di Pilkada 2017

Bahkan, tutur Ahok, ia masih bekerja hingga tadi malam meskipun hari ini kegiatan di kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diliburkan. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih meminta stafnya pembelian barang-barang untuk pelayanan kesehatan tadi malam.

Jawaban serupa juga ia lontarkan apabila kembali menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta bersama pasangannya, Djarot Saiful Hidayat. “Kami kerjain aja itu (dulu),” kata Ahok.

Ahok hadir di TPS 54 pada pukul 07.50 WIB. Saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak hadir sendirian. Ia didampingi istrinya, Veronica Tan, 41 tahun, dan anak sulungnya, Nicholas Sean Purnama, 18 tahun. Mereka berjalan kaki dari rumah. Jarak rumah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan TPS sekitar 300 meter.

Tidak seperti pencoblosan pada putaran pertama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kali ini hadir tidak mengenakan kemeja kotak-kotak, yang menjadi ciri khas pasangan calon nomor urut dua. “Kan, kita enggak ada pemilihan lagi sehabis ini,” ujar Ahok.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengimbau warga Jakarta datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Menurut Ahok, setiap pemilih berhak mengawasi jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini.

Mereka, tutur Ahok, bisa mengambil foto atau video jika ada bukti kejahatan yang bisa diproses secara pidana. “Setiap suara pasti berarti,” kata Ahok. Tentunya kita bisa berharap Gubernur baru bisa memberikan hal yang lebih baik dari sebenarnya.(adm/liputan389)

About the Author