Penyebab Kekalahan Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017

0
75
views
Ahok Djarot harus menerima kekalahan dengan legowo. Apa penyebab kekalahan mereka ?
Ahok Djarot harus menerima kekalahan dengan legowo. Apa penyebab kekalahan mereka ?

Liputan389 – Pasangan Calon Gubernur DKI nomer dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dinyatakan kalah dalam pemilihan suara dengan pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Kira-kira apa penyebab kekalahan pasangan petahan tersebut. Berikut ini Kami akan jabarkan secara sederhana.

Baca Juga : Fakta Dibalik Kekalahan Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017

1. Soal Profil Pemilih di Pilkada DKI Jakarta 2017

Penyebab pertama adalah soal p0endukung, termasuk partai politik pengusung pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang kalah pada putaran pertama lebih banyak mengalihkan dukungan kepada pasangan Anies dan Sandiaga. Hal ini didasari kesamaan profil pemilih.

2. Kebijakan Tak pro Rakyat

Penyebab mkedua adalah akibat kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang dinilai tak pro kepada rakyat. Kebijakan tersebut, antara lain berupa penertiban kawasan pemukiman dan reklamasi di pantai Jakarta Utara.

3. Faktor dari Sentimen Ahok Sendiri

Penyebab ketiga adalah faktor sentimen anti-Ahok karena kapitalisasi isu agama dan primordial. Ahok dianggap tak pas untuk memimpin pemerintahan DKI Jakarta karena bukan pemeluk agama yang mayoritas dipeluk warga DKI Jakarta.

Berdasarkan asil riset LSI Denny JA, sekitar 40 persen pemilih yang beragama Islam di DKI Jakarta tidak bersedia dipimpin oleh Ahok yang non-Muslim. Mereka berupaya keras agar Ahok kalah dan tidak memimpin lagi DKI Jakarta. Selain itu, dia juga berasal dari kelompok etnis minoritas.

4. Penyebab Utama adalah Karakter Ahok

Karakter Ahok yang memang kasar dan arogan. Sikap mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap bukan tipe pemimpin yang layak memimpin Jakarta karena omongannya kerap dianggap kasar.

Puncaknya, ketika dia blunder soal ayat suci Alquran. Belum lagi sikapnya yang dinilai tidak konsisten, suatu ketika mencerca partai politik dan hanya ingin maju lewat jalur independen. Namun, selanjutnya ia berjuang mencari dukungan partai politik.

5. Kompetitor yang Baru

Hadirnya kompetitor baru yang menjadikan pemilih memiliki alternatif dalam memilih pemimpin DKI Jakarta. Pasangan Anies dan Sandiaga, serta pasangan Agus dan Sylviana menjadi alternatif pemilih yang pro maupun kontra Ahok.(adm/liputan389)

Comments

comments