Djan Faridz ingin Program Ahok yang bagus diteruskan Guberur yang baru, Anies dan Sandi

Djan Faridz Ingin Program Ahok Tetap Dilanjutkan Oleh Anies Baswedan

Liputan389 – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) muktamar Jakarta, Djan Faridz menyebut perhelatan Pilgub DKI Jakarta sudah selesai. Saat ini, semua pihak tinggal menunggu hasil penghitungan resmi dari KPUD DKI Jakarta.

Djan berharap pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno yang menang versi hitung cepat atau quick count akan meneruskan semua program Ahok- Djarot yang selama ini sangat bermanfaat bagi warga DKI.

“Saya menyampaikan selamat dan mengharapkan program-program yang dijanjikan Anies-Sandi kepada rakyat Jakarta dapat dijalankan sesuai harapan kita semua sebagai warga Jakarta, di kepemimpinan beliau di masa mendatang,” kata Djan melalui keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (22/4).

Ikuti Berita Ahok Lainnya Soal Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 Disini

Selain itu, Djan juga meminta semua pihak khususnya warga DKI menghentikan panasnya suhu politik. Dia berharap warga DKI kembali bersatu dan mendukung program pemerintahan.

“Kompetisi kini berubah menjadi rekonsiliasi supaya panasnya suhu politik saat Pilgub kembali adem,” ujar dia.

Di sisi lain, Djan meminta semua pihak tidak menganggap sikapnya dimaknai telah membelot ke kubu Anies-Sandi. Menurut dia, sikap ini menunjukkan jika pihaknya telah menerima kekalahan Ahok-Djarot.

“Harapan saya ini jangan dimaknai saya menyebarang ke kubu Anies-Sandi karena kita sudah menyepakati bahwa tahapan Pilgub sudah selesai,” ucap dia.

Sementara itu, terkait kebijakan DPP PPP yang memecat Ketua DPW DKI Abraham Lunggana (Lulung). Mengingat, Lulung telah melakukan pelanggaran terhadap AD ART PPP.

Anies-Sandi akui kepuasan warga atas kinerja Ahok-Djarot tinggi

Direktur Polmark Indonesia yang juga konsultan politik Anies Baswedan- Sandiaga Uno Eep Saefullah mengakui mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Basuki T Purnama- Djarot Saiful Hidayat. Pernyataan itu berasal dari hasil survei lakukan sejak Februari 2016 hingga survei terakhir di April 2016.

“Ada satu poin data yang selalu konsisten tidak berubah, yakni warga mengaku puas dengan kinerja pak Basuki yang tinggi,” kata Eep di Warung Daun, Jakarta.

Bahkan, tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Ahok-Djarot ini melebihi kepuasan kinerja era mantan Gubernur Fauzi Bowo pada 2012 silam.

“Harus diakui data 2012 saat itu Foke memang tinggi. Tapi angka Foke dibawah angka Ahok. Ini menunjukkan pada sesuatu di kepemimpinan Basuki Djarot yang membuat orang puas,” terangnya.

Sayangnya, kata dia, tingkat kepuasan itu tidak berpengaruh besar terhadap keterpilihan Ahok-Djarot di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Masalah karakter dan gaya kepemimpinan Ahok, isu penistaan agama hingga dugaan bagi-bagi sembako oleh partai pendukung membuat warga lebih memilih Anies-Sandiaga.

“Karena gaya kepemimpinan dan gaya komunikasi Ahok bisa menjadi kecemasan warga Ibu Kota. Masyarakat ingin pemimpin pemersatu,” tutup Eep.(adm/liputan389)

About the Author