Pangeran Arab Mengatakan Islam Jamin Dengan Cara Dialog Toleran dan Tidak Mengkafirkan Manusia

Liputan389¬†–¬†Pangeran Kerajaan Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz sangat kagum sekali dengan beragaman di Indonesia. Khalid juga berbicara tentang nilai toleran yang diajarkan di dalam agama Islam.

Khalid mengatakan, Indonesia merupakan contoh hidup damai. Meskipun dihuni oleh beragam/berbagai suku dan agama, akan tetapi kehidupan bermasyarakat di Indonesia berlangsung rukun/harmonis.

“Rakyat yang jumlahnya lebih dari 258 (juta) jiwa, terdiri dari beberapa suku dan berbicara dengan berbagai dialek, menganut berbagai keyakinan dan agama. Meskipun demikian, mereka hidup dalam keadaan harmonis dan tenang tanpa adanya dengki, iri, dan bermusuhan, semuanya ikhlas dan loyal terhadap negaranya dan membangun demi kestabilan dan keamanan negara Indonesia,” kata Pangeran Khlaid.

Hal tersebut disampaikan Khalid dalam silaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’uid Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-8 tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/5/2017). Pangeran Khalid hadir sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan Kerajaan Arab Saudi.

Menurutnya, rakyat Indonesia merupakan contoh bagi negara Islama di dunia. Dia menegaskan bahwa Islam mengajarkan cara berdialog yang toleran dan tidak mengkafirkan orang lain.

“Rakyat Indonesia sungguh merupakan percontohan bagi negara-negara di dunia islam seyogyanya harus mencontoh Indonesia. Rakyat Indonesia telah mengetahui bahwa Allah telah menciptakan hambanya merdeka, dan Islam telah menjamin bagaimana berdialog dengan cara yang toleransi dan berinteraksi secara baik, dan tidak mengkafirkan orang lain. Itulah rakyat yang patut kita contoh,” katanya.

Untuk itu, kata Khalid, penyelenggaraan musabaqoh Sultan bin Abdul Aziz untuk hafalan quran dan hadits tingkat ASEAN dan Pasifik ini bertujuan 2 hal. Yakni, mengikat generasi baru dengan kitab suci Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW serta memperkuat silaturahim.

“Dan bagaimana melaksanakan ajaran-ajaran Islam toleran dan akhlak-akhlak yang baik. Dan menghafalnya serta merenunginya dan mempelajarinya dengan ilmu pengetahuan yang benar. Mereka itu adalah bagian dari pembangunan yang harus dikembangkan secara ekonomi dan sosial dan untuk mengejar ketinggalan peradaban dan kemajuan yang ada di dunia ini,” kata Khalid.

Terkait dengan kegiatan musbaqoh ini, Khalid menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Presiden Jokowi dan pemerintah serta rakyat Indonesia, karena berkenan menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“Dan atas perkenan Yang Mulia Bapak Presiden sebagai sponsor dan pelindung dalam penyelenggaraan ini yang semakin meluas penyelenggaraannya diikuti oleh 25 negara dari ASEAN dan pasifik. Di samping juga sambutan dan ramah tamah yang kami dapatkan dari rakyat Indonesia juga kami sampaikan terima kasih dan penghargaan dari majelis yayasan amal Sultan bin Abdul Aziz Al Su’ud dan penghargaannya terhadap dukungan Yang Mulia atas penyelenggaraan MTQ ini,” jelasnya.

Tags :

About the Author