Djarot Menyinggung BLT dan KJP Yang Akan Buka Evaluasi Penyaluran BPNT 2017

0
3
views

Liputan389 – Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membuka rapat evaluasi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2017. Menurut Djarot, BPNT diberlakukan karena sebelum ada program tersebut, bantuan untuk warga miskin sering disalah gunakan.

“Di masa dulu bantuan seperti ini, mohon maaf biasanya justru banyak bocornya. Bantuan untuk kaum fakir miskin justru bocor karena dulu sifatnya selalu tunai sehingga tidak bisa dikontrol,” kata Djarot dalam sambutannya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Liputan389 Rabu (17/5/2017).

Djarot menceritakan bagaimana pengalamannya saat masih menjadi Wali Kota Blitar ketika masih ada program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Djarot mengaku miris melihat warga yang antre demi mendapatkan BLT. Dalam pandangan Djarot, mereka dianggap sebagai pengemis.

“Kadang-kadang maaf ya, waktu saya di Blitar, saya malu ketika ada BLT. Waduh di kelurahan, kecamatan antre orang miskin kayak pengemis gitu loh. Yang saya kadang-kadang geregatannya mereka kaya-kaya loh. Bawa (sepeda) motor,” cerita Djarot.

Karena banyaknya kebocoran, lanjut Djarot, akhirnya DKI mengawali untuk memberdayakan bantuan nontunai. Alasannya, dengan cara tersebut bantuan bisa tepat sasaran dan mencegah kebocoran yang kerap terjadi semasa menggunakan bantuan tunai.

“Dengan berbagai macam praktik seperti itu, DKI Jakarta mengawali untuk memberdayakan nilai bantuan yang sifatnya nontunai, cashless. Itu tepat sasaran bisa kita cek waktunya tepat, jumlahnya tetap, transaksinya tepat. Tidak ada kebocoran,” ucap Djarot.

“Kita harap semuanya cashless society. Gaji, KJP juga cashless,” lanjutnya.

Menurut Djarot, transaksi nontunai merupakan salah satu cara Pemprov DKI untuk mendidik masyarakat agar tidak melakukan korupsi. Karena itu, dia berharap para lurah dan camat bisa membagikan bantuan nontunai seperti KJP, KJL dan KJS secara baik untuk membantu warga miskin di Jakarta.

“Itu adalah cara kita untuk mendidikan masyarakat kita dan mendidik kita supaya nggak korupsi, nggak bocor, ini haknya saudara-saudara kita yang masih miskin telantar, ini haknya mereka. Tolong disalurkan dengan sebaik-baiknya. Camat, lurah, dinsos bukalah hati kalian untuk membantu karena belum mencapai target. Tolong turun ke lapangan. Kita harus bantu mereka,” pinta Djarot.

Djarot juga mengingatkan soal penggunaan KJP. KJP tidak bisa digunakan untuk hal yang macam-macam. Di awal peluncuran KJP, cerita Djarot, dia menemukan berbagai pelanggaran penggunaan kartu tersebut. Yang paling miris adalah saat Djarot mengetahui KJP digunakan untuk karaoke.

“KJP nggak bisa buat macam-macam loh bisa kita lacak. Yang paling miris KJP pernah untuk karaoke. Sekarang dibatasi, sekarang kita block. Makanya kita tetapkan nontunai ini buat anaknya bukan ibunya,” ucap Djarot.

“Saya juga dapet komplain, tolong cek. Masa warga punya kontrakan 5 pintu dapat KJP, punya mobil dapat KJP. Kalau ada yang kaya gitu, kita doain saja supaya miskin beneran,” tutup Djarot.

Comments

comments