Pesta Seks Kaum Gay dan Homo di Kelapa Gading sedang heboh viral

6 Fakta Soal Penggrebekan Pesta Seks Kaum Gay

Liputan389 – Pihak kepolisian menggerebek sebuah ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu 21 Mei 2017 kemarin malam. Seratusan pria ditangkap saat menggelar pesta seks kaum gay di dalam ruko tersebut.

Baca Juga : Kronologi Penggrebekan Pesta Seks Lelaki Guy

Kejadian ini bahkan lebih parah dari judi online yang sudah lama ada di Indonesia. Dari penggerebekan tersebut, terungkap sejumlah bukti dan fakta bagaimana penyelenggaraan pesta itu dilakukan hingga jadi pemberitaan dan perbincangan hangat.

Berikut ini 6 Fakta Soal Penggrebekan Pesta Seks Kaum Gay di Kelapa Gading

1. Peserta pesta berjumlah 141 pria:

Dalam penggerebekan pesta seks kaum gay itu, polisi menangkap penyelenggara, para tamu, maupun penari yang berjumlah 141 orang berjenis kelamin pria.

2. Wajib telanjang bulat:

Tidak sembarangan orang bisa masuk ke klub gay ini. Hanya komunitas tertentu atau gay. Setiap tamu yang masuk diwajibkan melepas semua pakaian alias telanjang, lalu diberi handuk oleh pegawai.

3. Biaya masuk Rp 185 ribu:

Meskipun tak sembarang orang bisa masuk, untuk bisa mengikuti pesta kaum gay ini para tamu cukup membayar Rp 185 ribu. Setelah mereka tampil bugil, mereka akan mendapat kaus atau baju jika berani menari striptis.

4. Penari striptis dibayar Rp 1,4 juta:

Dari pengakuan penari striptis di pesta seks kaum gay itu, ia dibayar Rp 1,4 juta dalam sekali pesta atau per hari. Ia mengaku sudah menjadi penari striptis di tempat tersebut sebanyak lima kali, sekaligus melayani atau berhubungan badan dengan para tamu.

5. Kendaraan yang disita:

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita sebanyak 37 sepeda motor, satu unit mobil, dan dua sepeda.

6. Fasilitas di tiap lantainya:

Ruko yang digunakan sebagai lokasi pesta kaum gay memiliki lima lantai, masing-masing lantai 8×10 meter persegi. Ada empat lantai yang digunakan, yakni lantai 1 fasilitas fitness, dan lantai 2 tempat sauna. Lantai 3 adalah dark room, seluruh ruangan gelap, terdiri dari 16 bilik-bilik kecil atau kamar untuk aktivitas seks. Adapun lantai 4 sebagai kolam pribadi para pasangan homo, disebut VVIP Yacuzi.

Motor Plat Merah Ditemukan di Pesta Seks Kaum Homo Gay Kelapa Gading

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mengetahui kabar adanya motor yang memiliki plat merah ikut disita polisi dalam penggerebekan pelaku pesta seks 141 kaum homoseksual yang digelar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Djarot mengatakan, hal tersebut masih merupakan ‘kabar’ dan belum jelas terkait informasi selanjutnya.

“Nggak tahu, katanya, ya kan,” ujar Djarot, saat ditemui di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin 22 Mei 2017.

Mantan Wali Kota Blitar itu pun menegaskan, jika kabar tersebut tidak benar maka tentunya isu tersebut merupakan pencemaran nama baik.

Sehingga ia pun enggan berkomentar lebih lanjut mengenai kabar ikut disitanya motor plat merah yang memiliki nomor polisi B 6469 POQ.

“(Jika tidak benar) itu namanya mencemarkan nama baik,” tegas Djarot.

Sebelumnya, Tim Jatanras dan Resmob Polres Jakarta Utara telah melakukan penggerebekan terkait kasus prostitusi kaum gay, pada Minggu, 21 Mei 2017.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat berhasil mengamankan 141 orang yang disinyalir menjadi pelaku dalam pesta seks kaum homoseksual itu.

Dari penangkapan itu, barang bukti yang berhasil diamankan, meliputi :

1. Kondom
2. Tiket
3. Rekaman CCTV
4. Fotokopi Izin Usaha
5. Uang Tip Striptease
6. Kasur
7. Iklan Event The Wild One
8. Hp untuk Broadcast Messenger.

Adapun ke-41 orang yang melakukan Pesta seks bertema ‘The Wild One‘ tersebut melanggar UU No 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.

About the Author