Pesta Seks Kaum Gay dan Homo di Kelapa Gading sedang heboh viral

Sudah Setahun Tempat Gym Pesta Seks Gay ini Beroperasi

Liputan389 – Polres Metro Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan, aktifitas pesta seks gay atau homo di salah satu ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara telah dilakukan selama setahun lebih. Kondisi tertutup yang menyamarkan tempat ruko tersebut.

Dari keterangan pihak pengelola yang diamankan, setiap hari Minggu, diadakan pesta seks dengan menghadirkan penari striptis. Pengunjung yang datang, lanjut Dwiyoni tidak hanya dari Jakarta, pengunjung juga banyak dari luar daerah.

“Untuk kegiatan ini memang tempat fitness sudah 3 tahun yang lalu. Namun digunakan yang seperti ini kurang lebih 1 tahun. Utamanya hari Minggu cukup ramai dan mereka tiap hari Minggu mengadakan even temasuk pesta seks ini, sebuah pertunjukan striptis laki-laki yang dilihat oleh para tamu,” ujar Dwiyono di Mapolres Jakarta Utara, Senin 22 Mei 2017.

Baca Juga : Hebohnya Jagat Selebriti Soal Pesta Kaum Gay

Dari bukti yang diamankan petugas, selebaran event yang hendak diadakan dipajang di dalam ruko. Secara terang-terangan, pengumuman itu tertulis even apa saja yang akan dilakukan dengan menggunakan kalimat yang vulgar.

Pengumuman itu juga tertulis penari striptis yang akan perform pada acara tersebut. Dari penyelidikan sementara, pengunjung yang biasa datang berumur 25 hingga 35 tahun. Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah ada anak di bawah umur yang terlibat dalam kegiatan itu.

“Kami belum temukan anak di bawah umur, kami masih lakukan penyidikan,” ujar Dwiyono.

Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 141 orang dari penggerebekan yang dilakukan pada Minggu 21 Mei 2017 kemarin malam.

10 orang dijadikan tersangka. 10 orang yang ikut pesta seks itu bernisial CD, N, D, dan RS yang merupakan pengelolan tempat tersebut, SA, BY, R, dan TT penari striptis, dan A, S yang merupakan tamu yang tertangkap menari bersama para penari striptis. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap 131 pengunjung lainnya.

Ruko Tempat Pesta Seks Sangat Tertutup

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan, ruko yang dijadikan tempat pesta homoseksual atau “gay atau homo” di Kelapa Gading, Jakarta Utara kerap dijaga ketat oleh sejumlah petugas dari pihak keamanan pengelola.

Dwiyono menjelaskan, pengunjung yang tidak dikenal diperiksa oleh petugas. Bagi yang diketahui pengunjung baru, diminta untuk meninggalkan kartu identitas.

“Di ruko itu sangat protektif, apalagi saat akan masuk betul-betul mereka lakukan pengamanan,” ujar Dwiyono di Mapolres Jakarta Utara, Senin 22 Mei 2017.

Dwiyono menjelaskan, ruko itu terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar untuk kegiatan fitness, sedangkan lantai dua dan tiga digunakan untuk penari striptis dan spa. Dwiyono mengatakan, tidak ada plang yang secara terang-terangan menjelaskan bahwa ruko tersebut merupakan tempat fitness.

Tak tampak juga kegiatan mencolok yang menunjukan bahwa di ruko itu kerap dijadikan sebagai tempat hiburan. Polisi masih menyelidiki apakah ada campur tangan oknum petugas dari kasus tersebut.

“Di situ tidak menunjukan kegiatan yang terbuka dan hiburan. Ruang masuk 1 meter tidak ada logo gym-nya, atau hiburan sama sekali,” ujar Dwiyono.

Sebanyak 141 orang yang diamankan dari penggerebekan itu yang dilakukan pada Minggu 21 Mei 2017 kemarin malam. Dari 141 pria yang diamankan, polisi untuk sementara menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Mereka adalah, CDK (40) pemilik ruko, Nandez (27) resepsionis dan kasir yang menyiapkan honor bagi para penari, DPP (27) resepsionis dan kasir yang menerima membayaran dari pengunjung, dan RA (28) sekuriti yang menyerahkan honor bagi para penari.

Polisi juga menetapkan tersangka terhadap SA (29) penari, BY 20) penari, Roni (30) personal trainer gym, TT (28) fashion designer, AS (41) pengunjung, dan SH (25) pengunjung.

About the Author