Pelaksana tugas Gubernur Ahok, Djarot Saiful Hidayat yang sedang cemberut. Banyak yang mendengarkan dan membaca cerita Djarot ini

Cerita Djarot Soal Permintaan Ahok Melanjutkan Jakarta

Liputan389 – Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku sempat mendengarkan Basuki Tjahaja Purnama soal rencana pengunduran diri sebagai gubernur. Kata Djarot, Basuki atau Ahok memilih mundur untuk menjaga situasi kondusif.

“Saya sudah ketemu sama beliau dan beliau mengatakan ‘sudahlah untuk menjaga situasi bulan puasa supaya tidak ada pro kontra, sudahlah saya mundur saja, nanti Mas Djarot yang teruskan,” ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat 26 Mei 2017. “Dan beliau minta segera itu diproses secepatnya. Tadi sudah ditanggapi DPRD sama Dirjen Otda Kemendagri,” cerita Djarot.

Cerita Djarot, Ahok meminta agar surat pengunduran dirinya sebagai gubernur segera diproses. DPRD DKI Jakarta akan menggelar sidang parpipurna istimewa untuk mengusulkan pengangkatan cerita Djarot Saiful Hidayat sebagai gubernur definitif DKI Jakarta pada Selasa 30 Mei 2017 mendatang. Sidang paripurna tersebut sekaligus untuk mengumumkan pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai gubernur Jakarta.

“Selasa kami umumkan pemberhentian Pak Basuki Tjahaja Purnama karena itu perintah UU. Lalu kami usulkan pengangkatan Pak Djarot sebagai gubernur,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

Selain cerita Djarot, ada juga Hormat Pak Joko Widodo Soal Ahok yang Cabut Banding

Presiden Joko Widodo merespons keputusan Basuki Tjahaja Purnama yang mencabut permohonan banding atas vonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Sekali lagi, kita juga harus menghormati apa yang sudah diputuskan oleh Pak Basuki Tjahaja Purnama dan keluarga apakah banding atau tidak banding,” ujar Pak Joko Widodo, Kamis 26 Mei 2017 malam lalu. “Saya tak bisa membuat sebuah statemen (keputusan Basuki itu) benar atau tidak benar, baik atau enggak baik. Enggak bisa,’ lanjut dia.

Meski demikian, Pak Joko Widodo yakin pencabutan permohonan banding itu telah didahului dengan kalkulasi yang matang, baik dari pihak keluarga atau pengacara Ahok. Di sisi lain, Pak Joko Widodo berharap keterbelahan di masyarakat gara- gara Pilkada Jakarta, bisa diakhiri.

Pak Joko Widodo mengingatkan, ajang pemilihan umum berlangsung setiap lima tahun sekali. Jangan sampai perbedaan pandangan politik di satu ajang pemilihan diteruskan sehingga berimbas ke sektor lainnya.

“Mestinya setelah selesai, kan ini sudah ditetapkan oleh KPUD, sudah selesai. Ya, sudah kita hormati pilihan warga DKI, sudah,” ujar Pak Joko Widodo. “Kita berikan kesempatan dan ruang untuk gubernur dan wakil gubernur baru untuk nantinya setelah dilantik bisa membangun Jakarta sebaik-baiknya,” lanjut dia.

About the Author