Amien Rais menggemparkan warga se Indonesia dengan kabar terbarunya yang dianggap uang korupsi yang masuk ke dalam rekeningnya.

Amien Rais Sangkal Dugaan Uang Masuk Ke Rekeningnya

Liputan389 – Pendiri Partai Amanat Nasional PAN M Amien Rais disebut menerima transfer dana hingga Rp 600 juta dari pengadaan alat kesehatan alkes guna mengantisipasi kejadian luar biasa KLB 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan.

“Adanya aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti anak Siti Fadilah maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tipikor Jakarta, Rabu 31 Mei malam lalu.

Menurut jaksa, pemenang proyek pengadaan itu yaitu PT Indofarma Tbk yang ditunjuk langsung Siti Fadilah dan menerima pembayaran dari Kemenkes lalu membayar suplier alkes yaitu PT Mitra Medidua.

“Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan sekretaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation SBF,” kata jaksa Iskandar seperti dikutip Antara.

Terhadap dana itu, Nuki Syahrun selaku ketua Yayasan SBF memerintahkan Yurdia untuk memindahbukukan sebagian dana kepada rekening pengurus PAN, Nuki Syahrun dan Tia Nastiti anak Siti Fadilah.

Jaksa mengatakan Aliran Masuk ke Rekening Amien Rais

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi KPK menilai mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, terbukti menyalahgunakan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan alkes guna mengantisipasi kejadian luar biasa KLB tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan PPMK Departemen Kesehatan.

Badan Pemeriksa Keuangan BPK menilai perbuatan Siti menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6,1 miliar. Dalam surat tuntutan jaksa, sejumlah uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke rekening mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional PAN Amien Rais.

Menurut jaksa, dalam kegiatan pengadaan alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat rekomendasi mengenai penunjukan langsung. Ia juga meminta agar kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa.

Awalnya, pada September 2005, Siti beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika dan Nuki Syahrun selaku Ketua Sutrisno Bachir Foundation SBF. Nuki merupakan adik ipar dari mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Sutrisno Bachir.

About the Author