Afi seorang bocah yang sempat viral di jejaring Facebook karena statusnya yang mengggugah seluruh pikiran bangsa sempat menangis ketika berjumpa dengan Pak Presiden Jokowi karena Ia dituduh Plagiat

Tangisan Afi Setelah Disebut Menjadi Plagiat

Liputan389 – Mata Asa Firda Inayah, atau kerap dipanggil Afi, tampak berkaca-kaca saat dimintai konfirmasi mengenai dugaan plagiarisme dalam tulisannya yang berjudul “Belas Kasih Dalam Agama Kita” yang diunggah di akun Facebooknya pada 25 Mei 2017.

Dia menegaskan tidak melakukan hal plagiat yang dituduhkan tersebut. Awalnya, Afi yang ditemui Bayu Sutiyono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, terlihat santai dengan jilbab pink saat diwawancara oleh Kami pada Kamis ini tanggal 1 Mei 2017.

Dia pun menjawab dengan cepat dan singkat, “tidak”, saat ditanyakan terkait dugaan tersebut. Afi mengaku belum mengetahui tuduhan plagiat atau plagiarisme yang ditujukan kepadanya. Dia mengatakan belum membuka media sosial. Namun, kata dia, dia sudah banyak menulis dan tulisannya banyak yang di-copy orang.

“Saya¬† tidak tahu, saya belum banyak bukan sosmed,” ucapnya. “Saya memang menulis di akun-akun lama, dari tahun 2012 dan beberapa tulisan di akun Afi tulisan lama. Akun lama Afi sudah di-take down,” kata Afi.

Ketika Bayu membacakan bahwa tulisan Afi mengenai “Belas Kasih Dalam Agama Kita” itu disebut mengutip tulisan Mita Handayani, yang disebut telah menulis pada 30 Juni 2016, dia menjawab tegas.

“Mita Handayani, minta konfirmasi aja sama akun Mita Handayani,” kata Afi.

Afi mulai terlihat sedih. Matanya berkaca-kaca. Tetapi dia tetap menjadi plagiat walau sudah menjelaskan mengenai dugaan plagiarisme tersebut. Afi juga disebut telah mengutip ucapan Malala Yousafzai, dalam tulisannya “Belas Kasih Dalam Agama Kita”.

Afi mengakui hal tersebut. Remaja berusia 18 tahun itu mengatakan, dia sudah berkali-kali mengutip ucapan Malala sang peraih nobel perdamaian 2014, “With guns, you can kill terrorists. With education, you can kill terrorisme.”

“Kutipan Malala sudah lama saya kutip. Saya selalu mengutip beberapa tulisan dia,” kata Afi di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Kamis 6 Mei 2017. “Saya mengutip itu dan selalu saya cantumkan. Saya pikir orang sudah hapal, seperti kutipan-kutipan umum lainnya,” ucapnya. “Sebetulnya kutipan itu sudah saya kutip berkali-kali,” kata Afi lagi dengan mata berkaca-kaca.

Afi mengatakan, dia mengetahui kalimat itu dari temannya yang mengirimkan video Malala. Kemudian, ucapan itu dikutipnya dalam beberapa tulisannya. Hingga akhirnya, Bayu berusaha menghibur Afi dengan memintanya tersenyum. Bayu juga mengatakan memiliki kejutan Afi. Ternyata, kejutan itu adalah kehadiran ayah Afi.

Saat ayahnya muncul dan memeluk Afi, air mata remaja berusia 18 tahun itu tak terbendung lagi. Bayu sampai meminta tisu untuk Afi. Afi mengambil tisu tersebut, dan mengelap air matanya. Setelah itu, dia menenangkan diri, dan memberikan pesan-pesan untuk remaja Indonesia lainnya.

Dia dan ayahnya kemudian bergabung mengikuti acara peringatan Hari Kelahiran Pancasila. Afi hadir atas undangan Presiden Joko Widodo.

Dugaan plagiarisme ini viral saat di diposting di jejaring blog kompasiana oleh akun Pringadi Abdi Surya berjudul: Drama “Dugaan” Plagiarisme Afi Nihaya Faradisa. Penulis melampirkan screenshoot akun yang disebutnya pertama kali memosting tulisan yang akhirnya juga diposting Afi.

About the Author