Prayogi Muzieb Ariwibowo yang menjadi korban kekerasan persekusi oleh ormas FPI

Kasus Persekusi Membuat Trauma Prayogi Muzieb Ariwibowo

Liputan389 – Korban persekusi di Cipinang Muara, Jakarta Timur, Prayogi Muzieb Ariwibowo dan keluarganya sempat trauma akibat kejadian yang dialaminya. Trauma terjadi setelah Prayogi Muzieb Ariwibowo diinterogasi dan dianiaya sejumlah orang di dekat rumahnya.

“Anak kecil diperlakukan seperti itu pasti syok,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rudy Hariyanto saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis, 1 Juni 2017.

Baca Juga : Pendapat Sufmi Dasco Soal Kasus Persekusi

Apalagi saat kejadian Prayogi Muzieb Ariwibowo tak didampingi oleh orang tuanya. Achmad Budi Prayoga dari Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda Ansor yang mendampingi korban, mengatakan ibunda Prayogi Muzieb Ariwibowo tak bisa berbuat banyak untuk menolong PMA.

Ibunda Prayogi Muzieb Ariwibowo adalah orang tua tunggal dengan tujuh anak, termasuk PMA. “(Saat kejadian) Dia menjaga anaknya yang lain. Masih kecil-kecil,” kata Achmad saat ditemui seusai mendampingi PMA.

PMA adalah korban persekusi oleh sejumlah orang di dekat rumahnya. Ia dituduh telah mengolok-olok ulama dan Front Pembela Islam dalam akun pribadinya di Facebook. Menurut Achmad, Prayogi Muzieb Ariwibowo diinterogasi pada 29 Mei 2017, sejak pukul 00.00 hingga pukul 03.00.

Persekusi yang dialami Prayogi Muzieb Ariwibowo terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Dalam video, nampak Prayogi Muzieb Ariwibowo diinterogasi dan beberapa kali ditempeleng oleh sejumlah orang dewasa yang mengerumuninya. Ia juga diminta meminta maaf dan membuat surat pernyataan menyesal.

Persekusi berlanjut pada kehidupan Prayogi Muzieb Ariwibowo dan keluarganya. Di pagi hari pasca persekusi, pemilik kontrakan tempat mereka tinggal, mengusir mereka. “Alasannya takut, tidak mau kontrakannya dijadikan tempat ribut-ribut,” kata Abdul Haris Ma’mun, anggota LBH GP Ansor lain yang ikut mendampingi PMA.

Padahal, ujar Abdul, Prayogi Muzieb Ariwibowo dan keluarganya masih punya waktu untuk tinggal di rumah kontrakan yang telah dihunin selama delapan bulan itu. Namun, meski telah diusir, keluarga itu masih tetap bertahan hingga GP Ansor tiba pada Kamis siang, 1 Juni 2017. “Selama itu mereka lebih banyak berada di dalam rumah, ketakutan.”

GP Ansor yang mencari keluarga Prayogi Muzieb Ariwibowo sejak video persekusi menjadi viral di media sosial. Mereka kemudian meyakinkan ibunda Prayogi Muzieb Ariwibowo untuk dievakuasi oleh Polda Metro Jaya. Kini, Prayogi Muzieb Ariwibowo beserta seluruh keluarganya telah dibawa ke “rumah aman” Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang lokasinya dirahasiakan.

Mereka dievakuasi untuk menghindari intimidasi lanjutan. Mereka akan berada di sana sepanjang waktu dibutuhkan. “Sampai kasus ini selesai dan keluarga merasa nyaman dan tak ada gangguan lagi,” kata Rudy. Polisi memproses hukum U dan M yang diduga melakukan persekusi terhadap Prayogi Muzieb Ariwibowo.

About the Author