Amien Rais mendapatkan pembelaan dari para pasukan mudanya di PAN

Berisan Pemuda PAN: Amien Rais Bukti Kriminalisasi

Liputan389 – Barisan Muda Partai Amanat Nasional (PAN) bereaksi atas disebutnya nama Amien Rais oleh Jaksa Penuntut Umum di sidang dugaan korupsi alat kesehatan dengan terdakwa eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Ketua DPP Barisan Muda PAN, Aria Ganna menilai tuduhan JPU ke Amien Rais adalah kriminalisasi.

“Mengamati perkembangan tuduhan oleh JPU terhadap Amien Rais semakin menegaskan hipotesis kriminalisasi itu memang benar terjadi. Setelah tuduhan JPU Ali Fikri dibantah dalam persidangan oleh Siti Fadilah,” kata Aria dalam keterangan tertulisnya, Senin (5 JUni 2017

Aria menyebut bukti tuduhan ke Amien Rais adalah kriminalisasi kian kuat setelah Soetrisno Bachir memberikan klarifikasi. Dalam klarifikasinya, Soetrisno menegaskan bahwa transfer uang tersebut dari uang pribadi dan tidak ada sangkut paut dengan urusan pengadaan alkes.

“Tak berlebihan jika kami memandang tuduhan Amien Rais tersebut sebagai bentuk formilisasi persekusi,” tegas Aria.

Dia optimistis, kriminalisasi ini tak akan mengendorkan Amien Rais dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang tak berpihak pada rakyat. Seperti reklamasi dan perpanjangan izin Freeport. Sebaliknya, kriminalisasi itu kian menambah semangat Barisan Muda PAN menentang dia kebijakan tersebut.

Seperti diketahui JPU dalam sidang tuntutan terhadap Siti Fadilah Supari pada Rabu 24 mei 2017 lalu menyebut Amien Rais menerima aliran dana. Asma mantan Ketua Umum PAN itu disebut menerima aliran dana sebanyak Rp 600 juta yang ditransfer selama enam kali masing-masing Rp 100 juta.

Amien Rais Akan Datang kembali Setelah Umrah

Amien Rais tidak jadi ke KPK. Dia siap kembali mendatangi KPK usai melaksanakan umrah. Sebelumnya Dradjad bersama dengan Hanafi Rais dan Saleh Partaonan Daulay mendatangi KPK. Mereka kemudian menemui Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

“Pak Amien hanya berperan kapan kira-kira beliau bisa memberikan keterangan di KPK. Kalau bisa jangan selama beliau umrah sehingga tidak muncul kesan bahwa beliau lari, tidak bersedia memberi keterangan,” kata politikus senior PAN Dradjad Wibowo di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin 05 Juni 2017.

“Jadi Pak Amien akan umrah dari tanggal 8 (Juni), mungkin sampai tanggal 16 (Juni). Mungkin setelah itu kapan saja dibutuhkan KPK Pak Amien akan siap. Bahkan kalau perlu Pak Amien yang langsung datang sendiri, tanpa dipanggil. Itu misi utama yang kami jalankan di sini,” ucap Drajad.

Amien sebelumnya menyatakan ingin menemui pimpinan KPK karena namanya disebut dalam tuntutan jaksa terhadap Siti Fadilah Supari. Namun KPK menegaskan bila pimpinan berkewajiban menjaga independensi dengan tidak menemui siapa pun yang berperkara terkait suatu kasus yang ditangani.

Dalam tuntutan itu, Amien disebut menerima aliran dana sebanyak 6 kali dengan total Rp 600 juta. Uang itu ditransfer dari rekening atas nama Yurida Adlani selaku Sekretaris Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF).

Dana yang ditransfer ke Amien dari yayasan SBF berasal dari PT Mitra Medidua, yang ditunjuk langsung atau tanpa tender oleh Siti dalam proyek alkes tersebut. PT Mitra Medidua merupakan supplier PT Indofarma Tbk, yang memenangi proyek alkes tersebut. Siti memberi arahan kepada Mulya A Hasjmy, yang merupakan kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen dalam proyek tersebut, untuk memenangkan perusahaan tersebut.

PT Indofarma Tbk, yang menjadi pemenang proyek, kemudian menerima pembayaran atas proyek itu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lalu PT Indofarma Tbk membayar supplier alkes, yaitu PT Mitra Medidua. Kemudian pada 2 Mei 2006, PT Mitra Medidua mengirimkan Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan lagi Rp 50 juta ke rekening milik Yurida. Lalu, Nuki (Ketua Yayasan SBF/adik ipar Soetrisno Bachir) memerintahkan Yurida memindahbukukan sebagian dana kepada Nuki dan Tia (anak Siti).

About the Author