Fahri Hamzah kembali melakukan manuver karena menganggap pimpinan PKS tidak bagus dalam mengurusi partainya.

Alasan Fahri Hamzah Desak PKS Ganti Pemimpin

Liputan389 – Fahri Hamzah kembali menunjukkan manuver. Setelah terus berseteru dengan PKS, kini ia mendesak PKS segera mengganti pimpinan. Eks Wakil Sekretaris Jenderal PKS yang kini menjadi Wakil Ketua DPR itu menyebut semakin cepat petinggi PKS diganti akan kian bagus.

Bukan tanpa alasan, Fahri mengaku sering mendapat keluhan dari kader di daerah yang merasa DPP PKS terlalu memaksakan kehendak.

Baca Juga : Keinginan Fahri Soal Ganti Pimpinan di PKS

“Pertama, saya sering mendengar DPP (PKS) memaksakan kehendak. Sekarang ini termasuk juga memaksakan kehendak kepada kader dan anggota fraksi di DPR,” kata Fahri saat berbincang, Senin 5 Juni 2017. “Saya kira makin cepat makin baik, demi memperbaiki PKS ke depan,” ujar dia.

Berikut ini perlawanan Fahri yang mendesak PKS segera mengganti pimpinan. Fahri Hamzah mendesak pimpinan Partai Keadilan Sejahtera diganti. Eks Wakil Sekretaris Jenderal PKS yang kini menjadi Wakil Ketua DPR itu menyebut semakin cepat petinggi partai itu diganti akan kian bagus.

Fahri mengaku sering mendapat keluhan dari kader di daerah yang merasa DPP PKS terlalu memaksakan kehendak. Tak hanya kader di daerah, anggota fraksi PKS di DPR merasakan hal serupa.

“Pertama, saya sering mendengar DPP (PKS) memaksakan kehendak. Sekarang ini termasuk juga memaksakan kehendak kepada kader dan anggota fraksi di DPR,” kata Fahri saat berbincang, Senin 05 Juni 2017.

Menurut Fahri, saat ini kepemimpinan PKS semakin tidak jelas pembelaannya pada masalah umat dan rakyat. Elite PKS lebih menunjukkan egoisme pimpinan partai. Dia pun menyeru seluruh anggota dan pengurus PKS di Indonesia mendesak reformasi kepemimpinan PKS dan mengganti jajaran petingginya.

“Saya punya pikiran begini. Ada banyak generasi di dalam PKS. Yang mulai sadar bahwa cara mengelola politik seperti PKS sekarang ini adalah salah. Tapi banyak yang penakut dan itulah penyakit orang Indonesia. Banyak yang sadar (sekarang salah) tapi belum masif. Walaupun jumlahnya lebih besar dari jumlah pendukung pemimpin PKS sekarang,” kata Fahri dalam keterangan tertulis, Senin 05 Juni lalu.

Tafsir Setelah Fahri Hamzah jenguk Tersangka Suap WTP

Kunjungan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Polres Jakarta Timur guna menjenguk tersangka OTT KPK kembali dipersoalkan, kali ini dari Fraksi PKS. F-PKS meminta Fahri menjelaskan maksud kunjungannya itu.

“Kunjungan dia ke OTT KPK itu harusnya beliau jelaskan mengapa beliau ketemu dengan sosok dalam kasus semacam. Ini karena akan menimbulkan tafsir macam-macam,” ucap anggota F-PKS Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

“Mengapa ketemu dengan orang yang posisi, dalam tanda kutip, masih awal masa penyelidikan. Pak Fahri jelaskan saja mengapa dia menemui, apa yang dia lakukan,” sambungnya.

Fahri beralasan kunjungannya dalam bentuk pengawasan sebagai Pimpinan DPR. Hidayat menolak alasan Fahri. Menurut Hidayat, kalau soal pengawasan, masing komisi ataupun bada di DPR telah mendapat pembagian tugas. Selain itu, Fahri membidangi kesejahteraan rakyat (Kesra) sehingga dia menganggap tak cocok yang bersangkutan menggunakan alasan itu.

“Pak Fahri kan Kesra. Kemendes PDTT kan adanya bukan di kesejahteraan masyarakat. Penting dia menjelaskan mengapa mengatasnamakan pengawasan sementara dia bukan secara khusus mendapatkan kewenangan terkait dengan ini supaya publik jelas,” cetus Hidayat.

About the Author