Gubernur Jakarta yang baru, Djarot Saiful Hidayat ingin tau siapa provokator dibalik mogoknya Transjakarta

Gubernur Jakarta Djarot Minta Cari Tau Provokator Mogok Transjakarta

Liputan389 – Pelaksana tugas gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Direktur Utama PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) Budi Kaliwono menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi. Hal ini menyusul aksi mogok sebagian awak Transjakarta untuk meminta dijadikan karyawan tetap.

“Saya telepon dan WA Pak Budi, itu akan diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya. Tapi saya bilang jangan lagi boleh lagi ada tindakan demo seperti itu,” ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Djarot menyayangkan aksi mogok kerja yang dilakukan sebagian pegawai Transjakarta, Senin (12/6/2017), telah membuat pelanggan terlunta-lunta.

“Ingat bahwa ini bulan puasa, itu tindakan yang tidak patut apalagi di bulan suci ramadan. Boleh dia memperjuangkan haknya, tapi buat kita juga itu harus dia penuhi. Itu satu tindakan menurut saya tidak patut,” kata Djarot.

Djarot menekankan pentingnya dialog untuk mencari solusi atas tuntutan pegawai.

“Itu bisa dimusyawarahkan, bisa diomong, bukan cara seperti mogok kerja, apalagi di buan puasa. Bus kita sudah bagus, salary sudah bagus. Kalau mau jadi pegawai tetap perilaku yang bagus dong,” kata Djarot.

Lebih jauh, Djarot meminta Budi Kaliwono untuk menelusuri siapa orang yang menggerakkan mogok kerja. Sebab, sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari karyawan mengenai rencana aksi.

“Saya minta pada Pak Budi melihat siapa penggeraknya. Soalnya tidak ada (pemberitahuan) dan kami belum tahu juga,” kata dia.

Permasalahan Mogok Awak Transjakarta

Puluhan unit bus Transjakarta mogok kerja dan juga beroperasi di sepanjang jalan serta Halte Harmoni, Jakarta, Senin 12 Juni 2017.

Aksi mogok kerja tersebut dilakukan di semua koridor layanan Transjakarta, dari Koridor 1 sampai 12 lantaran para karyawan menuntut perusahaan memenuhi kesejahteraan karyawan terkait nilai kontrak baru yang menyebutkan diatas usia 35 tahun maka otomatis akan diputus kontrak.

Kita semua tentunya berharap agar hal ini tidak terjadi lagi terutama apabila nanti Gubernur baru warga DKI Jakarta dilantik dan sudah mulai bekerja untuk Rakyatnya, yaitu Anies Baswedan dan juga Sandiaga Uno.

About the Author