Pembangunan Rusun di atas KRL memang mengejutkan, namun sangat patut kita tunggu di pemerintahan yang akan datang

Beli Rusun di Stasiun KRL, Gaji Harus di Bawah 7 Juta

Liputan389 – Pemerintah bakal merealisasikan proyek pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) atau biasa disebut rusun di dekat stasiun KRL Jabodetabek. Sudah ada 2 stasiun yang akan menjadi lokasi pertaman, yakni Stasiun Pondok Cina dan Tanjung Barat.

Perum Perumnas ditunjuk menggarap proyek tersebut. Akan ada dua jenis properti yang dibangun, rumah susun sederhana milik (rusunami) dan apartemen sederhana milik (anami). Proyek properti ini ditujukan untuk masyarakat menengah dan menengah ke bawah.

Akan ada persyaratan yang ditetapkan bagi para calon pembeli.

Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto, mengatakan rusunami diprioritaskan untuk masyarakat yang belum memiliki rusun atau rumah. Selain itu karena pembeli rusunami akan mendapatkan subsidi, maka dibatasi untuk masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 7 juta per bulan.

“Jadi gaji maksimum Rp 7 juta dan belum punya rumah. Lalu belum pernah utang bank untuk beli rumah, tidak punya tanah warisan. Jadi benar-benar orang yang belum punya rumah. Sehingga bisa diberi fasilitas FLPP,” terangnya saat Kami hubungi di hari Selasa 20 Juni 2017.

Sementara untuk apartemen akan diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar lokasi. Sebab tujuan utama dari proyek berbasis TOD agar masyarakat bisa menghemat waktu maupun ongkos dari rumah menuju stasiun.

“Agar penduduk di Depok dan wilayah sekitar situ bisa menghemat waktu dan tidak membawa mobil. Jadi juga mengurangi kemacetan dan polusi juga,” imbuhnya.

Untuk tahap awal, proyek TOD akan dibangun di Stasiun Pondok Cina sebanyak 4 tower dan Stasiun Tanjung Barat sebanyak 3 tower. Nantinya tower-tower yang dibangun memiliki tinggi sekitar 30 lantai.

“Persisnya belum, tergantung izinnya juga, kita perkirakan di 30 lantai. Untuk di Tanjung Barat ada sekitar 1.200 unit dan Pondok Cina 2.300 unit,” tukasnya.

Indonesia Contoh Hong Kong dan China Untuk Bangun Rusun Dekat Stasiun

Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) akan mulai membangun hunian berkonsep Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami). Hunian ini rencananya dibangun di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina bulan ini.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengungkapkan bahwa ini langkah awal Indonesia dalam membangun hunian dekat dengan akses transportasi. Sebelumnya, tempat tinggal rusun dekat stasiun kereta api sudah lazim ditemukan di beberapa negara Asia seperti China dan Hong Kong.

“Sudah banyak, di Hong Kong, Taiwan, China begitu mereka,” ujar Djoko saat berbincang dengan tim redaksi Liputan389 di Jakarta, Selasa 6 Juni 2017. “Kalau Asia kan padat ya, kalau kita kan punya menengah ke bawah,” tutur Djoko.

Pembangunan hunian dekat dengan sarana transportasi umum banyak dilakukan di negara yang jumlah penduduknya banyak. Selain itu, hunian dengan konsep TOD juga menjadi solusi atas penyediaan tempat tinggal seperti rusun yang terjangkau bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Pembangunan rusunami dekat stasiun juga sebagai langkah memanfaatkan lahan yang semakin langka di kota besar seperti Jakarta. Dengan dibangunnnya rusunami dengan konsep TOD juga bisa membuat pusat teknologi dan ekonomi baru dengan adanya pusat pertokoan.

“Semuanya masuk, lahannya terbatas, meminimalkan juga dan memurahkan biaya transportasi. TOD di tengah kota juga di situ pusat bisnis. Kalau pusat bisnis terjadi perputaran uang dan bisa digunakan subsidi untuk angkutan umum,” tutup Djoko.

About the Author