Arus Mudik sudah mulai padat dan macet, diantaranya di tol Cikarang Cikampek yang menjalar hinggal sepanjang 13 km

Tol Cikunir Cikarang Macet 13 Km Hari Ini

Liputan389 – Kepadatan kendaraan masih terjadi di seputaran Tol Cikunir menuju Gerbang Tol Cikarang Utama. Jalanan macet hingga 13 kilometer. Kemacetan dimulai dari KM 10 Tol Cikunir sampai KM 15 Tol Bekasi Bagian Barat.

Jalanan kembali macet dari KM 17 sampai rest area KM 19, disusul KM 21 Tol Tambun hingga KM 24. Menjelang GT Cikarang Utama, jalanan macet dari KM 27 sampai KM 30.

“Masih terpantau padat menuju GT Cikarang Utama dimulai dari Cikunir,” ujar Petugas Call Centre PT Jasa Marga, Aldo saat dihubungi, Jumat 23 Juni 2017 jam 06.18 WIB.

Apabila memang ditotal, jalanan macet sepanjang 13 kilometer. Saat ini semua palang pintu tol di GT Cikarang Utama sudah dibuka. Para petugas sudah siap sedia kepada pengendara untuk transaksi di tol. Aldo menjelaskan, semalam sempat diberlakukan pengalihan lalu lintas. cuma saja, untuk saat ini belum dilakukan kembali.

“Persimpangan KM 10 Cikunir sampai KM 15 Bekasi Barat terus lancar kembali. Dilanjutkan KM 17 sampai KM 19 rest area, lancar hingga KM 21 Tambun sampai KM 24 Cibitung padat. Padat kembali dari KM 27 sampai sekitar KM 30 GT Cikarut,” jelas Aldo. “palang pintu tol diberlakukan, dibuka, tadi ada informasi jemput bola,” imbuh Aldo.

Hindari Macet, Pemudik Di Stasiun Senen Sudah 27 Ribu Untuk Mudik dengan Kereta Api

H-2 jelang Lebaran pemudik mulai padati Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Senior Manager (SM) Humas DAOP 1, Suprapto mengatakan penumpang hari ini mencapai 27.058 pemudik.

“Jadi gini untuk H-2 posisi angkutan kereta api di wilayah DAOP 1, perjalanan jarak jauh maupun dekat, di Stasiun Senen hari ini mencapai 27.058 pemudik,” kata Suprapto saat ditemui tim redaksi Liputan389, di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat (23/6/2017).

Kisaran penumpang di Stasiun Senen biasanya sekitar 25 Ribu hingga 26 Ribu pemudik. Suprapto mengatakan lonjakan kondisi istimewa pemudik sudah terjadi sejak H-10 pada 15 Juni lalu.

“Terkonsentrasi ya Stasiun Senen sudah terjadi lonjakan kondisi istimewa dimulai tanggal 15 Juni H-10, kondisi ini diprediksi hingga 28 Juni nanti H+2,” ujarnya.

Suprapto juga mengimbau pada pemudik agar teliti memeriksa tiket dan memastikan tiket sesuai dengan kartu identitas. Selain itu, ia juga mengatakan pemudik harus memerhatikan jumlah bagasi yang dibawanya.

“Imbauan pemudik, pertama tiket itu harus diperiksa kembali, harus sesuai dengan nama, dengan kartu identitas, kalau tidak sesuai dengan identitas karcis dianggap tidak berlaku,” ucapnya.

“Lalu yang penting barang bagasi, tidak boleh lebih dari 20 Kg, dan kurang dari dari 40 kg, kena cas lebih dari 40, ditolak, dialihkan, menghambat perjalanan dia,” sambungnya.

Apabila memang pemudik masih berharap untuk mendapatkan tiket kereta. Suprapto mengatakan rajin mengecek aplikasi KAI Access. Menurutnya pemudik tidak perlu menginap di stasiun, karena hal ini bisa mengganggu layanan bagi pemudik lainnya. Dengan adanya teknologi seperti itu, maka kita lebih mudah melakukan hal yang rumit menjadi lebih efisien.

“Rajin-rajin lihat aplikasi KAI access, memang tiket cancel tidak signifikan, sedikit sekali. Namun pemudik tak perlu nginep, kalau mau dapat pembatalan, lihat di rumah, lihat KAI access,” tututnya.

“Kita mengimbau, itu soalnya akan mengganggu layanan ke penumpang yang lain,” tutupnya.

About the Author