Dirjen Imigrasi siap apabila Polisi meminta untuk menonaktifkan passpor dari Habib Rizieq Shihab

Imigrasi Siap Bila Polisi Cabut Paspor Rizieq

Liputan389 – Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM siap berkoordinasi dengan pola yang dilakukan oleh Polisi Republik Indonesia (POLRI) terkait kasus Habib Rizieq Syihab. Ditjen Imigrasi juga mendukung apabila langkah yang ditempuh Polri untuk memulangkan Rizieq adalah pencabutan paspor.

“Ya, berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum, tentu Imigrasi sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh teknologi penyidik Polri dan tentu Imigrasi menyesuaikan dengan pola yang dilakukan oleh penyidik Polri. Apakah mau diperlukan dengan cara pencabutan paspor untuk memudahkan, bahkan yang bersangkutan kembali ke Indonesia dengan cepat,” ujar Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie di kantor Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis 22 Juni 2017.

Ronny menerangkan paspor itu merupakan bagian dari perlindungan negara kepada warganya. Namun pencabutan paspor bisa dilakukan apabila ada proses penegakan hukum dan supaya yang bersangkutan pulang lebih cepat ke Indonesia.

“Namun yang perlu kita perhatikan bahwa paspor itu bagian dari perlindungan negara kepada setiap warga negara. Tapi, ketika ada kaitan dengan proses penegakan hukum, paspor itu juga bisa dilakukan pencabutan untuk memudahkan yang bersangkutan kembali dengan cepat ke Indonesia. Hal itu yang perlu dikoordinasikan,” terangnya.

Dia juga menjelaskan koordinasi sudah dilakukan dengan Polda Metro Jaya. Namun Ronny tidak menjelaskan ada-tidaknya permintaan polisi terkait pencabutan paspor itu.

“Koordinasi sudah, bahkan Aku sudah pernah datang ke Polda Metro Jaya, karena penyidik Polri yang menangani kasus ini adalah penyidik Polri yang ada di Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mempertimbangkan untuk mencabut paspor Rizieq dalam upaya mendatangkannya ke Indonesia. Polisi juga tengah mempersiapkan langkah lain setelah upaya red notice tidak jadi diajukan ke Interpol.

Rizieq Minta Kasus ini di SP 3 oleh Polisi

Pengacara Habib Rizieq Syihab meminta agar kasus dugaan pornografi dalam situs baladacintarizieq yang menjerat kliennya dihentikan (SP3). Namun polisi memastikan proses hukum tetap berjalan.

“Kita jalan terus. Ada ketentuan dalam KUHAP ya, namanya (aturan untuk) SP3 kan ada semua. Intinya kami lanjutkan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 22 Juni 2017.

Argo menegaskan, proses penyidikan polisi tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. “Namanya penyidikan kan enggak bisa diintervensi,” imbuhnya. Polisi saat ini masih fokus untuk melengkapi pemeriksaan saksi-saksi terkait Rizieq. Polisi juga masih melakukan pemberkasan.

“Tetap kami selesaikan berkasnya. Semua ada aturannya, kita ikuti saja,” imbuhnya. “Kita tetap maju ya, tadi sudah Aku sampaikan, penyidikan lanjut. Kita tunggu saja,” ujarnya.

Polisi juga masih menantikan kepulangan Rizieq ke Indonesia. Selama Rizieq masih di Arab Saudi, polisi fokus menyelesaikan berkas Rizieq maupun Firza Husein yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus pornografi di situs baladacintarizieq.

About the Author