Kementrian Agama akan melakukan sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Lebaran Sore ini, Sabtu 26 Juni 2017

Sidang Isbat 1438 Hijriah Ditentukan Sore Ini

Liputan389 – Sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1438 Hijriah akan digelar pada Sabtu, 24 Juni 2017 sore nanti. Sejumlah ulama diundang dalam sidang penentuan awal Ramadan ini.

“Yang diundang adalah ulama, ahli astronomi, ormas-ormas Islam, duta besar negara-negara sahabat,” jelas Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, melalui pesan singkat, Jumat 23 Juni 2017

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin diagendakan akan datang. Namun, Lukman menjelaskan hari ini Ma’aruf berhalangan hadir dan akan diwakilkan pimpinan lainnya.

“Dari MUI yang kami undang adalah pimpinannya, seringkali yang datang langsung ketumnya. Hanya kemarin beliau berhalangan, lalu diwakilkan salah satu jajaran ketua,” terang Lukman.

Agenda sidang isbat awal Syawal itu diagendakan akan digelar di auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat. Sidang itu akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Sidang isbat itu akan dimulai pukul 17.00 WIB. Pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat akan disampaikan terlebih dulu. Mereka akan menjelaskan tentang teknologi dan posisi hilal menjelang awal Syawal 1438 Hijriah.

Dia juga mengatakan data hisab menunjukkan ijtimak menjelang Syawal 1438 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 24 Juni 2017, pukul 09.32 WIB.Jika memang benar terjadi, maka lebaran sudah bisa dipastikan akan jatuh minggu besok hari.

“Pada saat rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di atas ufuk, berkisar antara 2° sampai 4°,” tutur Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muhammad Thambrin, dalam keterangannya, Selasa 20 Juni 2017.

Tentunya dengan adanya hari raya bagi umat muslim sedunia ini, kita berharap semuanya berjalan lebih baik, dan toleransi semakin meningkat di semua negara, tidak ada kerusuhan yang menimbulkan kepanikan bagi semua warga negara yang tidak ikut berperang, dan semuanya berjalan dengan baik dan tanpa ada korban jiwa yang tidak bersalah dan tidak tahu menahu soal kejadian kerusuhan, contohnya seperti di negara Suriah dan juga di negara Filipina, tepatnya di Filipina bagian selatan, Kota Marawi.

About the Author