Bos MNC Group, Hary Tanoe Sudibyo mengaku mendapatkan ironi usai terkena kasus pengancaman

Hary Tanoe Soal Dirinya Terseret Kasus Pengancaman

Liputan389 – Pemilik MNC Grup, Hary Tanoe Soedibjo merasa tidak mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Menurut Hary, yang dilakukan dirinya itu hanya menyampaikan pandangan atau pendapat kepada Yulianto.

“Kalau dikatakan Aku intervensi, tidak betul juga, Aku tidak punya kapasitas intervensi. Kalau Aku pejabat, Aku punya abuse of power ya itu bisa dikatakan intervensi. Aku siapa? Aku masyarakat biasa, begitu kita mempunyai pandangan tertentu ya Aku sampaikan,” kata Hary usai diperiksa di Badan Reserse Kriminal Polri, Senin 12 Juni 2017.

Ucapan yang disampaikan itu, kata Hary, sebagai ketegasan sikap lantaran dirinya keberatan Apabila memang Kejaksaan terus mengaitkan dirinya dengan kasus korupsi restitusi pajak Mobile 8. Padahal, dia merasa tak terkait dengan kasus tersebut.

“Kejaksaan juga pernah membuat press conference mengaitkan dengan Aku. Ya Aku harus bereaksi, nama Aku rusak kalau tidak,” kata Hary.

Hary menyayangkan pemanggilan Bareskrim terhadap dirinya. Sebab, kasus ini akan berdampak pada citra dirinya. Padahal, di sisi lain, dirinya tengah meniti karir politik. Adapun alasan dirinya masuk ke dunia politik antara lain ingin memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power.

Hal itu pula yang disebut Hary disampaikannya kepada Yulianto melalui pesan singkat. Oleh karena itu, menurut Hary, merupakan hal yang ironis Apabila memang dirinya terus dikaitkan dengan kasus yang bergulir.

“Coba dilihat dengan baik kasus tersebut. Karena kasus tersebut bukan kasus. Aku menyampaikan kalau di pemberitaan dikaitkan dengan saya, itu ironis. Aku masuk ke politik Aku berkorban,” kata Ketua Umum Perindo itu.

Hary Tanoe Katakan Suatu Saat Akan Pimpin Indonesia

Pemilik MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo, membantah telah mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Dia mengakui bahwa pesan singkat itu memang dikirimnya kepada Yulianto. Namun, isi pesan singkat itu, sebut Hary Tanoe, hanya menjelaskan komitmen dia Apabila memang memimpin Indonesia suatu saat.

“Kalau mengancam kan tidak begitu, kalau Aku jadi pimpinan akan Aku bunuh, itu baru mengancam,” kata Hary usai diperiksa di Badan Reserse Kriminal Polri, Senin 12 Juni 2017.

“Saya katakan suatu saat Aku akan jadi pimpinan negeri ini, dan salah satu alasan Aku masuk ke politik adalah memberantas oknum-oknum yang abuse of power, yang transaksional,” papar Ketua Umum Perindo itu.

Hari ini Hary Tanoe diperiksa sebagai terlapor dalam kasus dugaan ancaman terhadap jaksa Yulianto. Kasus ini bermula ketika Yulianto mendapatkan pesan singkat dari orang tak dikenal pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB.

Isinya yaitu, “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Kamu harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng.

Aku masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power.Catat kata-kata Aku di sini, Aku pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Yulianto mulanya mengabaikan pesan tersebut. Namun, pada 7 Januari dan 9 Januari 2016, dia kembali mendapat pesan, kali ini lewat aplikasi chat WhatsApp, dari nomor yang sama.

Isi pesannya sama, hanya ditambahkan, “Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju.” Setelah mengecek, Yulianto yakin bahwa pesan singkat itu dikirim oleh Hary Tanoesoedibjo.

About the Author