Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno menegaskan pentingnya menjaga kerukunan bangsa

Sandiaga Tegaskan Semua Wajib Jaga Kerukunan Beragama

Liputan389 – Wakil Gubernur Terpilih di Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, pentingnya dialog antar tokoh umat beragama untuk menjaga kerukunan di ibu kota. Hal tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk rekonsiliasi pasca-Pilkada DKI Jakarta yang sempat memanas.

Hal itu disampaikan Sandiaga seusai berkunjung dari kediaman Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf. Menurutnya, dialog antarumat beragama sama pentingnya dengan dialog dengan gubernur dan wakil gubernur terdahulu.

“Jadi dialog kerukunan antar-umat beragama itu penting, selain mantan Gubernur dan Wagub, tapi ada keumatan,” ujar Sandiaga dalam rilisnya, Rabu

Saat berkunjung ke kediaman Habib Ali, Sandiaga mendapat pesan untuk menebar kebaikan. Pesan itu disampaikan untuk menciptakan suasana sejuk sebelum dirinya dilantik nantinya.

“Dapat pesan dari habib untuk terus menebar kebaikan juga untuk satukan warga menuju Oktober harus dibuat suasana sejuk seperti Ramadan,” tuturnya.

Habib Ali juga mengingatkan Sandiaga untuk dekat dengan ulama. Karena, hal tersebut merupakan salah satu akhlakul karimah, di mana adalah akhlak yang baik ke ulama.

“Lalu Habib Ali pun menambahkan, dengan hubungan antara orang tua pemimpin dan seluruh warga Jakarta, sehingga bukan hanya ukhuwah islamiyah yang terbentuk tapi ukhuwah watoniyah,” imbuh Sandiaga.

Silaaturahmi Bisa Menjaga Kerukunan dan Jadi Kekuatan Pemersatu Bangsa

Di momen Lebaran kemarin, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akhirnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi konkret terhadap masalah SARA, makar hingga kasus Habib Rizieq.

“Pertemuan tersebut sangat penting untuk dilanjutkan dalam skala yang lebih luas. Intinya, semangat silaturahmi dan halal bihalal adalah semangat yang sangat baik untuk menegaskan kembali bahwa kita adalah sebagai satu bangsa dan negara serta satu komitmen untuk NKRI,” terang Hidayat dalam siaran pers, Selasa 27 Juni 2017.

Menurut Hidayat, silaturahmi seperti yang ditunjukkan GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi bisa berdampak positif yang sangat luas. Semangat silaturahmi, kebersamaan dan persatuan diharapkan bisa teraktualisasi pada kehidupan sehari-hari meski Lebaran usai.

“Pertemuan itu bisa sebagai sinyal bersama untuk kembali sepakat mengokohkan kita sebagai umat dan sesama bangsa Indonesia,” tutur dia lagi.

“Silaturahmi bisa menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Segala permasalahan bangsa terutama terkait dengan perbedaan antar rakyat yang berdampak pada keutuhan NKRI bisa dicarikan solusinya dengan bersilaturahmi,” ungkapnya.

Hidayat juga bersyukur tidak lagi mendengar kabar berita yang menyeramkan terkait tradisi mudik Lebaran. “Mudah-mudahan hal baik ini terus dijaga dan ditingkatkan lagi hingga menjadi nol bencana,” katanya.

About the Author