Masih soal pengakuan Khatib yang singgung penista agama, kali ini Ia membuat pengakuan dan pembelaan diri

Pengakuan Khatib yang Singgung Penista Agama

Liputan389 – Pengakuan dari Khatib Ichsan Nuriansah Bajuri yang menyebut jemaah salat id yang meninggalkannya di Alun-alun Gunungkidul, Wonosari, DIY, belum tentu karena mempermasalahkan materi khotbahnya. Saat itu, Ichsan menyinggung kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pengakuan dari Khatib tersebut : “Belum tentu karena khotbah. Aku tidak tahu, apakah karena mereka memiliki keperluan atau karena aspek yang lain. Jadi bukan semata-mata karena materi khotbah,” kata Ichsan saat dihubungi tim redaksi Liputan389, Rabu 28 Juni 2017.

Ichsan di dalam pengakuan nya mengaku heran khotbahnya menjadi polemik. Menurut dia, isi khotbahnya yang ramai diperbincangkan itu dipotong-potong. Menurut Ichsan, tidak benar semua jemaah bubar dan meninggalkannya saat berkhotbah. Jemaah yang bubar, kata Ichsan, hanya sebagian kecil.

“Ya Aku heran saja. Aku heran, kok jadi seperti itu, khotbah Aku dipotong-potong seperti itu,” ujarnya. “Jadi begini, kalau yang diberitakan itu jemaah bubar itu sebenarnya salah. Karena yang bubar itu tidak sampai 5 persen. Kata-kata bubar itu kok sepertinya bubar semua, padahal yang masih bertahan banyak sekali,” ungkapnya.

Termasuk pembahasan soal kasus penistaan agama oleh Ahok. Menurut Ichsan, pembahasan itu hanya pembukaan atas materi persatuan dan kesatuan Indonesia yang ingin disampaikannya. “Mengenai Ahok dan masalahnya itu, Aku sebenarnya hanya kilas balik,” tuturnya.

Ichsan menyebut hanya ingin berseru agar masyarakat menghentikan segala kebencian dan perpecahan yang saat ini muncul di tengah-tengah masyarakat. “Hentikan segala macam kebencian, perpecahan bangsa Indonesia. Karena kita bersaudara, makanya kita harus bersatu,” tuturnya.

About the Author