Kedatangan jenazah korban jatuhnya heli basarnas disambut dengan tangis keluarga korban

Tangis Keluarga Korban Jatuhnya Heli Basarnas

Liputan389 – Kecelakaan heli BASARNAS yang terjadi saat ingin melakukan pertolongan membuat beberapa kerabat dekat korban kaget. Pihak keluarga korban kecelakaan helikopter Basarnas masih terus berdatangan ke RS Bhayangkara Semarang.

Kepala Basarnas, Marsekal Muda TNI M. Syaugi, yang tiba di rumah sakit langsung disambut isak tangis keluarga.

Syaugi tiba ke instalasi Dokpol RS Bhayangkara dan langsung menemui keluarga korban yang menunggu di bangku depan. Ibu korban Catur langsung histeris ketika disalami Syaugi.

“Aku enggak kuat, Pak, anakku baik, tidak nakal,” teriak ibunda Catur histeris, Senin 3 Juli 2017.

Kepala Basarnas lalu masuk ke ruang jenazah. Selanjutnya, dia beranjak ke gedung kantor RS Bhayangkara. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono juga datang rumah sakit dan rencananya akan menggelar jumpa pers.

Sementara itu Istoyo dari SAR PMI Kabupaten Temanggung mengatakan lokasi evakuasi cukup sulit karena dipuncak bukit. Jenazah ada yang terlempar ke luar helikopter.

Kedatangan jenazah korban jatuhnya heli basarnas disambut dengan tangis keluarga korban
Kedatangan jenazah korban jatuhnya heli basarnas disambut dengan tangis keluarga korban

“Tempat terjal, perlu waktu sejam untuk evakuasi sampai titik desa terdekat. Jenazah berdekatan, ada yang di luar helikopter,” kata Istoyo.

Untuk diketahui, helikopter Basarnas kecelakaan di Pegunungan Butak, Temanggung, Jateng hari Minggu kemarin 2 Juli 2017 kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Kru dan anggota basarnas tewas berjumlah 8 orang.

Ternyata Heli Basarnas Jatuh dari Ketinggian 7 Ribu Kaki

Helikopter Basarnas yang jatuh dalam perjalanan menuju Kawah Sileri, Dieng mengalami benturan di ketinggian 7.000 kaki. Hal ini dikonfirmasi Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi.

“Kalau penyebabnya masih belum diketahui. Tapi yang jelas dia crash di ketinggian kurang lebih 7.000 feet,” ujar Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi kepada reporter liputan389, Senin 3 Juli 2017.

Namun Syaugi belum bisa memastikan heli nahas tersebut bertabrakan dengan benda apa. Dia mengatakan, untuk masalah penyebab kecelakaan akan diumumkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Yang jelas dia berada di atas ketinggian minimum, mengenai penyebabnya itu nanti KNKT yang akan jelaskan,” tuturnya.

Sebelumnya helikopter berjenis Dauphin AS 36165 buatan PT Dirgantara Indonesia itu diduga menabrak tebing di Gunung Butak, Temanggung, Minggu kemarin 2 Juli 2017. Saat helikopter jatuh, dikabarkan cuaca di lokasi sekitar diselimuti kabut tebal. Sementara itu 8 korban sudah dievakuasi. Seluruhnya meninggal dunia.

About the Author