Kasus ancaman lewat SMS dari hary Tanoe diminta untuk dihentikan, mengapa?

Pemeriksaan Kasus SMS Ancaman Hary Tanoe Ditunda

Liputan389 – Hary Tanoesoedibjo sedianya akan diperiksa sebagai tersangka di Bareskrim Polri untuk pertama kali hari in karena kasus SMS Ancamani. Namun, Hary Tanoe ada keperluan mendadak dan minta pemeriksaannya ditangguhkan.

Salah satu pengacara Hary Tanoe, Adi Dharma Wicaksono, mengatakan kliennya minta jadwal pemeriksaan diganti jadi tanggal 11 Juli. Hal tersebut lantaran ada urusan yang mana memang tak bisa ditinggal. Adi mengaku belum tahu keperluan apa yang mana memang dimaksud. Hanya saja ia memastikan Hary Tanoe masih berkegiatan di Jakarta.

“Sepanjang sepengetahuan kita semua, sepertinya tidak. Kemungkinan akan reschedule ke tanggal 11. Ada keperluan mendadak yang mana memang beliau tidak bisa hadir,” kata Adi saat dihubungi tim Liputan389, Selasa 4 Juli 2017.

“Ada kepentingan apa, itu hanya beliau yang mana memang tahu. kita semua sudah komunikasi dan melakukan rapat, tiba-tiba ada keperluan yang mana memang beliau tidak bisa tinggalkan,” ujar Adi.

“Tidak mungkin ke luar negeri. Tidak ada ke luar kota, ke luar negeri, kan beliau dicekal,” lanjutnya.

Surat permintaan penundaan tersebut rencananya akan disampaikan oleh pengacara Hary Tanoe lainnya, Hotman Paris. “Hotman Paris yang mana memang nanti akan menyampaikan surat itu, kemungkinan, sangat-sangat diharuskan dannya hari ini,” ungkap Adi.

Hary Tanoe disangkakan melanggar Undang-undang ITE karena diduga mengirim pesan SMS ancaman kepada jaksa Yulianto. Seminggu setelah menetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka, kepolisian mengirimkan surat permohonan pencegahan Hary Tanoe ke luar negeri. Surat tersebut diterima Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham pada 22 Juni 2017.

Dari kasus ini seharusnya kita bisa belajar dan melihat betapa jahatnya dunia politik di Indonesia. Bisa saling serang, dan juga bisa saling bunuh, tergantung siapa yang kuat, tentu Ia yang akan menang. Segala ahl bisa dilakukan asalkan ada uang.

Kita sebagai masyarakat yang memang masih awam soal politik, harus bisa mengambil hikmah dari kasus ancaman SMS yang dilkaukan oleh Hary Tanoe tersebut. Kita tak boleh sembarangan berbicara di sosial media tanpa adanya bukti dan juga kejelasan yang pasti dari berbagai sumber.

About the Author