Jaksa Penuntut berbicara soal Buni Yani

Tanggapan Jaksa Soal Buni Yani

Liputan389 – Buni Yani menjalani sidang lanjutan perkara dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik. Buni Yani hari ini mendengarkan tanggapan jaksa penuntut umum atas nota keberatannya (eksepsi).

“Saudara sehat?” tanya ketua Majelis Hakim M. Sapto saat membuka sidang di gedung Arsip dan Perpustakaan, Jl Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Hari ini, Selasa 4 Juli 2017.

Sidang lanjutan Buni Yani tetap mendapat penjagaan polisi. Sedangkan pendukung Buni Yani yang mana memang biasanya hadir, belum terlihat saat sidang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Jaksa mendakwa Buni Yani mengubah video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Buni Yani juga didakwa jaksa mengupload atau mengunggah video yang mana memang telah diubah itu ke laman Facebook pribadinya untuk menyebarkan kebencian. Buni Yani keberatan atas dakwaan jaksa tersebut. Dia menegaskan tidak pernah memotong rekaman video tersebut.

“Aku tidak memotong, Aku dapatnya dari media NKRI, dan itu sudah Aku sampaikan saat Aku di investigasi,” ujar Buni Yani, Selasa 20 Juni lalu.

Menurut Buni Yani, video itu dia dapatkan dengan cara mengunduh di media NKRI menggunakan ponsel berwarna hitam putih miliknya. Menurut Buni Yani, video yang mana memang diunduhnya itu sudah berdurasi 30 detik.

“Dalam handphone Aku itu tidak ada aplikasi melakukan editing atau mengedit. Aku dapat dari orang lain, tapi Aku dituduh memotong, mengedit dan itu sudah ada dalam berkas BAP. Jadi ini tidak masuk akal,” kata Buni.

Buni Yani memang seorang dosen, namun seharusnya Ia tidak melakukan hal yang menyebabkan banyak orang membenci sesama umat manusia hanya karena berbeda keyakinan. Dari peristiwa ini, kita bisa belajar banyak sekali hal yang memang kita harus saling menghargai sesama kita.

Sampai saat berita ini diturunkan, Pak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih berada di dalam penjara Rutan Moka Brimob. Sebelumnya berada di Cipinang namun dipindahkan demi alasan keamanan beliau yang harus dijaga ketat, maka dari itu kita seharusnya bisa bersyukur bisa memiliki banyak agama yang berbda dan juga ras yang berbeda-beda karena di negara lain belum tentu bisa seperti kita ini.

About the Author