Pegawai Negri Sipil atau PNS harus siap mendapatkan sanksi keras seperti penurunan pangkat sampai dipecat

Turun Pangkat dan Dipecat, Sanksi PNS yang Bolos

Liputan389 – Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) dengan Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), diatur mengenai pemberian sanksi bagi Aparatur Sipil Negara atau biasa disingkat ASN yang terbukti sering bolos kerja.

Belum lama ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengimbau para ASN termasuk PNS untuk mulai masuk kerja pada 3 Juli 2017 usai dapat libur panjang Lebaran.

Sanksi yang akan diterima para PNS juga akan ditentukan usai adanya evaluasi kerja setiap tahunnya. Begitu juga bagi para PNS yang tidak masuk kerja usai libur Lebaran.

Adanya PNS yang bolos pada hari pertama hingga satu minggu usai libur panjang Lebaran akan dihitung secara akumulatif dalam satu tahun untuk ditentukan kategori hukuman tersebut.

Berdasarkan PP Nomor 53/2010, untuk PNS yang tidak masuk sebanyak 1-5 hari terkena sanksi ringan berupa teguran lisan, sedangkan untuk 6-10 hari berupa teguran tertulis, untuk 11-15 hari terkena hukuman pernyataan yang tidak puas dari pimpinan, dan yang paling berat bagi PNS yang tidak masuk sebanyak 31-46 hari atau lebih.

“Sanksi dijatuhkan tergantung bobot pelanggarannya, kalau tidak masuk 31-46 hari atau lebih, hukuman disiplinnya berat,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herwan Suryatman kepada Liputan389, Jakarta, Rabu 5 Juli 2017.

Herman menyebutkan, pengenaan sanksi disiplin berat bagi PNS yang tidak masuk kerja selama 31-46 hari atau lebih dalam satu tahun dan sesuai evaluasi kinerja bisa dikenakan mulai dari penurunan pangkat, hingga diberhentikan.

“Sanksi berat itu dimulai dari penurunan pangkat, penurunan jabatan, pembebasan dari jabatan, sampai dengan pemberhentian dengan sangat hormat maupun dengan sangat tidak hormat,” jelas dia.

Seperti kita ketahui selama ini banyak sekali kasus kasus PNS yang melakukan pelanggaran dengan memperpanjang masa liburan mereka setelah lebaran. Itu menjadi adat yang buruk bagi bangsa dan juga negara menginat PNS adalah contoh bagi warga yang bekerja di luar ikatan dinas dengan negara.

About the Author