Kaesang Pangarep soal kasusnya yang dilaporkan karena dianggap melakukan penodaan agama

Polisi: Kaesang Tak Katakan Ujaran Kebencian

Liputan389 – Tiga komisioner Kompolnas kompak menilai tidak ada unsur ujaran kebencian dalam video blog atau biasa disebut dengan vlog Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, berjudul #BapakMintaProyek. Mereka ‘senada’ dengan penyidik Polres Bekasi Kota.

Diketahui, polisi menghentikan penyelidikan, terkait laporan warganet bernama Muhammad Hidayat yang menilai Putra presiden Joko Widodo tersebut mengujarkan kebencian lewat kata ‘ndeso’.

“(Unsur pidana) Sangat tergantung dari penilaian penyidik. Karena tidak semua laporan masyarakat, di mana masyarakat menganggap sebagai tindak pidana, adalah benar sebagai tindak pidana,” kata Komisioner Kompolnas Bekto Suprapto kepada tim Liputan389, lewat pesan singkat Whatsaap, Jumat 7 Juli 2017. “Aku sudah menonton video tersebut dan Aku bingung di mana ujaran kebenciannya?” tandas Andrea.

Komisioner lainnya, Poengky Indarti menyatakan setuju tidak ada hatespeech yang diucapkan anak bungsu presiden itu. “Kalau dianggap tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan perkaranya ya harus dihentikan. Kami melihat memang tidak ada unsur pidananya,” ujar Poengky.

Andrea Hynan Poeloengan yang juga duduk di jajaran komisioner mengucapkan hal yang sama dengan dua rekannya. Dia mengaku bingung menemukan kalimata mana dalam video anak Presiden Jokowi itu yang berbau ujaran kebencian.

Wakapolri Komjen Syafruddin menyatakan tidak ada unsur pidana dalam laporan M Hidayat terhadap Kaesang Pangarep, putra Presiden Jokowi. Laporan itu tidak diproses.

“Tidak ada unsur. Tidak diproses,” kata Syafruddin di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis kemarin 6 Juli 2017. “Enggak, enggak ada, enggak ada (unsur pidana). Itu mengada-mengada. Enggak ada kaitannya sama sekali. Enggak ada unsurnya itu, enggak ada,” ujar Syafruddin.

Syafruddin menyebut pelaporan terhadap putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep mengada-ada. Alasannya tidak ada unsur pidana terkait vlog ‘Ndeso’ Kaesang.

Pelapor Kaesang Masuk Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu

Pelapor putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep yakni Muhammad Hidayat hari ini mendatangi Polresta Bekasi. Usai masuk ke dalam kantor Polres, kini ia masuk ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau biasa disingkat SPKT.

Awalnya, Hidayat keluar dari kantor Polresta Bekasi, Jawa Barat, Jumat 7 Juli 2017 pukul 09.30 WIB usai menanyakan laporan Kaesang vlog ‘Ndeso’ Kaesang yang disetop. Tapi, tak lama kemudian sekitar pukul 09.45 WIB ia masuk ke dalam ruang SPKT. Hidayat sempat mengeluarkan sedikit pernyataan bahwa maksud kedatangannya diundang untuk dimintai keterangan.

“Ibu Erna (Kabag Humas Polresta Bekasi, AKP Erna Ruswing) mengonfirmasi bahwa pihak Polres Bekasi Kota telah melayangkan surat pada pelapor perihal suratnya itu permintaan keterangan, bukan panggilan. Jadi itu intinya, jadi bukan dalam rangka dipanggil untuk diperiksa, tapi diundang untuk dimintai keterangan,” kata Hidayat.

Seperti diketahui, Putra Kedua pak Jokowi dilaporkan Hidayat atas sangkaan menyebarkan ujaran kebencian. Vlog anak presiden Kaesang di YouTube menjadi dasar Hidayat mengadukan Kaesang, yang dikenal aktif di media sosial karena dianggap pelapor mengandung unsur ujaran kebencian.

Polisi juga sudah menggelar perkara terhadap laporan Hidayat. Hasilnya, vlog ‘Ndeso’ Kaesang yang dilaporkan tidak memenuhi unsur sangkaan pidana ujaran kebencian atau biasa disebut hate speech.

“Sudah ada gelar perkara internal, sudah minta keterangan ahli, ujaran di videonya Kaesang tidak memenuhi unsur,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis kemarin 6 Juli 2017.

About the Author