Tsamara Amany adalah seorang mahasiswi muda yang berkarir di dunia politik

Tsamara Amany Diharapkan Bisa Dongkrak Popularitas Partainya

Liputan389 – Kemunculan figur muda seperti Tsamara Amany di partai politik dinilai tak menjamin akan mendongkrak elektabilitas partai. Tingkat pengenalan figur muda ini dianggap masih terlalu rendah dan masih kalah dibanding dengan figur-figur senior.

Seperti diketahui, kali ini beberapa figur muda bermunculan di kancah perpolitikan. Salah satunya Tsamara Amany dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berani twitwar dengan wakil ketua DPR Fahri Hamzah soal hak angket KPK hingga Joice Triatman dari NasDem.

“Apakah pengaruh tokoh-tokoh muda akan mempengaruhi elektabilitas partai, itu menurut Aku pilihan orang kepada partai itu sekarang ini masih dipengaruhi oleh secara umum dipengaruhi oleh figur, salah satunya untuk beberapa, figur ketua umum,” ujar peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, saat berbincang, Kamis 13 Juli 2017.

Arya menerangkan faktor mesin partai yang solid masih menjadi salah satu yang dominan dalam mempengaruhi suara partai. Pembentukan citra positif dari partai pun menjadi hal yang penting dalam perebutan suara di pemilu.

“Yang pengaruh mesin partai, soliditas mesin partai di tingkat partai, caleg partai, dan juga sektor faktor citra positif,” terang Arya. “Kemunculan beberapa generasi muda atau pada umumnya generasi milenial mulai terjadi sirkulasi baru di tingkat elite partai, sirukulasi itu misalnya itu mulai menunjukkan mulai peduli segmen pemilih muda karena segmen pemilih muda itu cukup potensial,” tuturnya.

Meski begitu, kehadiran generasi muda di kancah politik ini setidaknya bisa dimaknai sebagai sirkulasi baru di tingkat elite parpol. Saat ini parpol mulai memberikan perhatian kepada segmen pemilih muda karena suaranya yang dinilai cukup potensial.

Selain itu, perkembangan era digital yang begitu cepat menuntut parpol memberikan ruang kepada kaum muda. Hal itu disebabkan generasi muda lah yang mudah beradaptasi dengan dunia digital saat ini.

“Eranya era digital, penetrasi internet cukup kuat dan masif begitu juga penetrasi sosial media, ketika dunia digital ini cukup besar, maka kelompok yang beradaptasi di dunia digital tentu anak muda, anak muda kelompok yang mudah cepat beradaptasi dengan politik yang semakin digital,” terang Arya. “Partai butuh orang-orang baru yang segar, yang fresh, yang baru, yang hadir dengan gagasan baru, inovasi baru,” tuturnya.

Arya juga menyatakan kehadiran figur muda ini menandakan parpol membutuhkan penyegaran. Gagasan dan inovasi baru sangat diharapkan oleh partai dalam menghadapi perkembangan politik modern.

About the Author