Perbedaan Keterangan di Website dan Sandiaga Uno Soal DP Rumah 0 Rupiah

0
21
views
Perbedaan keterangan yang dibuat oleh Sandiaga Uno berdampak buruk bagi masyarakat Jakarta
Perbedaan keterangan yang dibuat oleh Sandiaga Uno berdampak buruk bagi masyarakat Jakarta

Liputan389 – Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut para peserta program rumah DP 0 Rupiah haruslah berpenghasilan tetap, yaitu minimal Rp 7 sampai 10 juta tiap bulannya. Namun pasangan Sandiaga, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, justru mengatakan program rumah DP 0 Rupiah harus berpatokan pada ketentuan yang telah tercantum di website Jakartamajubersama.com.

Dilihat dari website yang bukan berjenis poker tersebut, Sabtu 14 Juli 2017, syarat dan ketentuan penerima program rumah DP 0 Rupiah bertolakbelakang dengan pernyataan Sandiaga. Secara spesifik, disebutkan target program ini adalah mereka yang tergolong warga kelas menengah ke bawah, dengan penghasilan total rumah tangga sampai sekitar (maksimal) Rp 7 juta per bulan, dan belum memiliki properti sendiri.

Ketentuan ini berseberangan dengan pernyataan Sandiaga yang mengatakan bahwa mereka yang memiliki penghasilan minimal Rp 7 juta/bulan yang berhak menerima rumah DP 0 Rupiah. Tak hanya itu, Sandiaga juga menyebut penerima program rumah DP 0 Rupiah harus memiliki tabungan untuk menyicil rumah DP 0 rupiah.

Padahal, ketentuan ini sama sekali tidak tercantum dalam website Jakartamajubersama.com. Dalam website disebutkan para pekerja informal tak berpenghasilan tetap, dan yang sulit mendapatkan fasilitas kredit yang bisa menerima program tersebut.

Berikut ketentuan warga yang berhak mendapat rumah DP 0 Rupiah berdasarkan website Jakartamajubersama.com.

Siapakah target penerima manfaat program?
1 Warga DKI Jakarta (dibuktikan dengan KTP).
2 Warga kelas menengah ke bawah, dengan penghasilan total rumah tangga sampai sekitar Rp.7 juta/bulan, dan belum memiliki properti sendiri.
3 Termasuk para pekerja informal yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kredit, karena tipe penghasilan yang tidak tetap seperti pekerja formal.
4 Prioritas pertama yang menjadi sasaran program adalah warga yang telah menjadi warga DKI dalam jangka waktu tertentu (misalnya 5 tahun, dibuktikan dengan sejak kepemilikan KTP DKI), untuk menghindari adanya “warga DKI dadakan” demi mendapatkan program.

“Anda lihat di Jakarta Maju Bersama, ada skema-skema berbagai macam penghasilan,” tegasnya.

Lampiran foto dari website Jakartamajubersama.com
Lampiran foto dari website Jakartamajubersama.com

Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengatakan progam DP nol persen untuk warga Jakarta berpenghasilan di atas Rp 7 juta. Namun, Anies Baswedan menegaskan penjelasan lengkap mengenai program tersebut ada di situs kampanye mereka di jakartamajubersama.com.

Comments

comments