Anies Rasyid Baswedan menanggapi soal RUU Pemilu

Anies Bahas Soal Pemikiran Sempit Soal RUU Pemilu

Liputan389 – Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan menyinggung para elite politik terkait RUU Pemilu yang deadlock. Anies mengatakan pemimpin politik masih berpikir sempit dalam permasalahan besar.

“Apa yang menjadi masalah, titik temunya harus dicari ini lagi banyak nyinggung Pak Lukman Edy (Ketua Pansus Rancangan UU Pemilu). Bukan hanya ada aspek politik tapi politik ini penting salah satu yang utama masalah pengambilan kebijakan, pemimpin tidak bisa membebaskan dirinya dari pemikiran jangka pendek dan kecil untuk keputusan jangka panjang,” ujar Anies.

Anies menganalogikan situasi pengambilan kebijakan oleh elite politik saat ini seperti kendaraan di jalanan yang tidak bergerak karena lampu lalu lintas yang mati. Saat itu semua orang hanya memikirkan bagaimana kendaraannya lewat.

“Kalau dianalogikan seperti mengambil keputusan saat lampu lalu lintas mati. Semua mengambil keputusan untuk diri masing-masing seingga macet. Tidak bergerak. Masing-masing memikirkan kendaraan kita, bukan memikirkan bagaimana lewat lampu merah dengan baik,” lanjut Anies.

Ia menuturkan kondisi saat ini adalah pemimpin yang sudah berada pada posisi makro masih mempunyai pemikiran secara besar. Sehingga negara masih mengalami deadlock dalam isu ataupun ketimpangan sosial.

“Pemimpinnya sudah mengendalikan posisi makro tapi pemikirannya mikro. Ini yang terjadi dibanyak negara efeknya, kebijakan yang dihasilkan kebijakan yang tidak menghasilkan,” tutur Anies.

“Titik temunya bagaimana berpikir makro saat mengambil keputusan untuk orang banyak dan menomor satukan keadilan. Insya Allah kita mulai di Jakarta dan semoga sampai ke nasional,” tutup Anies.

Setelah RUU, Ini Alasan Anies Baswedan Irit Ngomong Setelah Menang Pilkada

Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, mengungkap alasan dirinya ‘irit bicara’ usai gelaran Pilgub DKI 2017. Dirinya mengaku tengah meninjau ulang sejumlah hal.

“Jadi saya ingin sampaikan, di periode kosong ini bukan berarti kita tidak bekerja, justru kita me-review banyak hal. Saya sendiri mengurangi bicara, kenapa? Karena bicara apapun tidak ada gunanya, yang lebih penting kerja nyatanya,” ucap Anies saat menghadiri acara halal bi halal dengan relawan di Gedung Joang 45 Jalan Menteng Raya No.31 Jakarta Pusat, Minggu 16 Juli 2017.

Menurutnya proses Pilgub DKI 2017 sudah rampung sehingga mengumbar kata-kata tak akan berpengaruh terhadap perolehan suara. Untuk itu dia kini fokus terhadap penyusunan program yang telah dicanangkannya bersama pasangan duetnya, Sandiaga Uno.

“Kalau pun ngomong enggak nambah suara, kalau keliru pun nggak ngurangin suara, semuanya sudah selesai. Kalender rumahnya perlu diganti, jangan bulan April terus, ganti kalendernya,” sebut Anies pada sambutannya.

Pada kesempatan itu Anies menegaskan bahwa semua program yang telah direncanakannya merupakan suatu komitmen yang akan Ia jalankan. Dia dan Sandiaga akan dilantik pada Oktober 2017.

About the Author