Inul Vizta kembali bikin heboh karena menyediakan penari striptis dan juga layanan seks

Ribut Soal Inul Vizta yang Sediakan Striptis dan Layanan Seks

Liputan389 – Polisi menyebut tamu di Inul Vizta, Kediri, bisa mendapatkan layanan penari telanjang hingga main seks di ruangan dari I (36 tahun), sang manajer. Keterangan dari Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera bahwa manajer di rumah karaoke itu memfasilitasinya.

“Manajer dapat menyediakan perempuan yang dapat menemani tamu untuk karaoke dan sekaligus dapat memberikan layanan tari telanjang dan ML di dalam room,” jelas Frans Barung Mangera kepada Liputan389, Jumat 14 Juli 2017

Tim Polda Jatim yang menggerebek pada Kamis 13 Juli malam itu menyita sejumlah barang bukti. Termasuk mengamankan 10 orang, termasuk I dan 4 penari telanjang. Manajer Inul Daratista, Aryani, mengaku belum mendengar kabar tersebut. Namun, dia menegaskan, penari-penari seperti yang disebutkan, memang tidak diperbolehkan.

Keempat penari telanjang itu adalah P (32), W (31), R (23) dan E (26). Dua tamu yang menikmati tarian telanjang itu A dan A di room 02 turut diamankan. Mereka digiring ke Mapolda Jatim di Surabaya.

“Itu kan karaoke keluarga ya harusnya nggak boleh. Itu kan franchise yang di Kediri, beritanya juga baru dengar ini,” ucap Aryani saat dikonfirmasi Liputan389, Jumat 14 Juli 2017.

Aryani menjelaskan, peraturan yang diberlakukan di seluruh rumah karaoke Inul Vizta semuanya sama. Bertema karaoke keluarga, hal-hal yang berbau prostitusi atau pornografi tidak diperbolehkan.

“Palingan putus kontrak ya, kan itu franchise, beli franchise sama Mbak Inul. Kalau dia menyimpang, paling ya mungkin di putus kontrak sama mba Inul gitu,” tegasnya.

“Tapi kan kita harus lihat dulu nanti itu (benar atau tidak). Entah tamunya bawa dari luar atau gimana kita kan juga nggak ngerti ya. Harus cek dulu benar apa nggaknya,” jelas Aryani.

Polisi Sita Celana Dalam Pelayan Seks dan Striptis di Inul Vizta

Penggerebekan di karaoke Inul Vizta, Kediri, polisi menyita sejumlah barang bukti terkait dugaan adanya praktik prostitusi. Selain mengamankan sang manajer tempat karaoke yang terletak di Kediri Mall itu, polisi juga mengamankan bill room, uang tunai Rp 5 Juta, celana dalam dan handphone.

“Dibawa ke Ditreskrimum Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada Liputan389, Jumat 14 Juli 2017.

Tim dari Polda Jatim yang menggerebek pada Kamis 13 Juli 2017 malam itu mengamankan 10 orang. Mereka yang dibawa ke Mapolda Jatim 4 penari telanjang yaitu P (32), W (31), R (23) dan E (26). Dua tamu yang menikmati tarian telanjang itu A dan A. Kemudian I (36) sebagai manajer, D (kasir), S (security) dan A (waitress). I diperiksa intensif karena disebut polisi memberikan layanan tari telanjang dan ‘ML’ di dalam ruangan.

“Dugaan praktik prostitusi atau pornografi terkait kasus tari telanjang dan atau mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain,” tambah Barung.

“Manajer dapat menyediakan perempuan yang dapat menemani tamu untuk karaoke dan sekaligus dapat memberikan layanan tari telanjang dan ML d dalam Room,” jelas Barung. “Nggak tahu, nanti Aku langsung konfirmasi dulu di kantor ya,” jawab Inul.

Inul Daratista yang dikonfirmasi atas rumah karaoke yang dibinanya mengaku belum tahu apa-apa terkait masalah itu. Polisi Masih Terus Periksa Penari Striptis dan Manajer Inul Vizta Kediri. Bagaimana hasil pemeriksaan kasus striptis atau penari telanjang di rumah karaoke Inul Vizta Kediri? 10 Orang masih iperiksa di Mapolda Jatim. Hingga Pukul 18.00 Wib, Jumat 14 Juli 2017, polisi belum memberikan keterangan detil terkait hasil pemeriksaan ke 10 orang yang dibawa dari Kediri.

“Masih diperiksa intensif,” kata Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Rama Samtama Putra, Jumat 14 Juli 2017.

Ada empat penari striptis yang masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Reknata, Polda Jatim di Jalan A Yani, Surabaya, yakni, P (32), W (31), R (23) dan E (26). Selain itu, penyidik juga memeriksa manajemen hingga waitress rumah karaoke Inul Vizta Kediri Mall. Mereka adalah D (Kasir), A (waitress), S (security) dan I (manajer).

“Diantaranya manajer dan penarinya. Manajer yang membawa penarinya. Dan penarinya menerima uang,” kata Barung kepada Liputan389. “Memang benar ada polisi dari Polda Jatim melakukan penggerebekan, tapi kalau menyediakan miras, perempuan pemandu lagu aja tidak ada, apalagi penari striptis,” terang Windi kepada wartawan.

Polisi memeriksa mereka karena diduga terkait dengan perkara prostitusi dan pornografi. Polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya celana dalam, handphone, bill room serta uang Rp 5 juta. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan apabila memang sudah ada 5 tersangka terkait kasus tersebut. Manajemen tempat karaoke Inul Vizta di Kediri menyangkal apabila memang menyediakan minuman keras maupun perempuan pemandu lagu dan penari striptis.

About the Author