Polisi kembali menangkap pengedar uang palsu di daerah jawa Timur

Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Surabaya

Liputan389 – Kelompok pembuat dan pengedar uang palsu digulung. Mereka terdiri dari tiga perempuan. Upal yang diproduksi sudah beredar di tiga daerah. Para tersangka yakni, Siti Soleha yang kini berumur 31 tahun, kos di Desa Pandian, Burneh, Bangkalan atau kontrak di Bulak Rukem VII Wonokusumo-Semampir, Tuni, 50 tahun, warga Surtikanti, Sidotopo atau kos di Kedung Mangu Selatan Sidotopo dan Mala Herlina, 49 tahun warga Bulak Rukem, Wonokusumo.

“Kasus ini penyelidikannya sudah lama, sudah 25 hari yang lalu. Aku meminta agar dikembangkan. Tertangkap satu tersangka dikembangkan jadi tiga tersangka,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada wartawan, Senin 24 Juli 2017.

Siti adalah otak di balik kasus ini. Selain membuat, Siti juga mengedarkan. Sementara Tuni dan Mala membeli dari Siti dan diedarkan. Tuni dan Mala membeli upal dari Siti dengan perbandingan 1:3. Praktiknya, Tuni dan Mala biasa membeli Rp 1,5 juta upal dengan uang asli sebesar Rp 500 ribu.

“Yang kami amankan pertama kali adalah Siti Soleha,” kata Iqbal.

Siti diamankan di kawasan Kedinding Lor. Dari penangkapan Siti, polisi kemudian mengamankan Tuni dan Mala di kosnya masing-masing. Dari tiga tersangka dapat diamankan uang palsu dengan total Rp 9.190.000. Berbagai pecahan upal diamankan yang terdiri dari pecahan Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan 100 ribu. Tidak hanya uang pecahan lama, mereka juga mencetak upal pecahan baru.

Soal Pengedar Uang Palsu, Polisi Juga Tangkap pelaku Asal Jember

Polres Jember berhasil mengamankan Achmad Junaidi, pengedar uang palsu di wilayah Kabupaten Jember. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 6.500 lembar Upal pecahan Rp 100 ribu.

Pelaku merupakan warga Jalan Doho, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember. Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, petugas berhasil mengamankan barang bukti upal tersebut beserta satu unit sepeda motor Honda Vario.

“Pelaku diamankan Rabu malam di Jalan Gurami, Kecamatan Kaliwates, saat akan mengedarkan uang palsu yang dimilikinya kepada pemesan,” kata Kusworo di Mapolres Jember, Kamis kemarin.

“Pelaku selanjutnya menjual kembali upal tersebut kepada seorang bernama Heru dengan harga Rp 3.500.000 per 10 juta upal,” sebut Kusworo.

“Selanjutnya pelaku terancam dikenai 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang Nomor 7 tahun 2011, junto pasal 45 KUHP tentang mata uang dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun penjara,” pungkas Kusworo.

Menurut Kusworo, pelaku mendapatkan uang palsu dari seorang berinisial S-H, warga Bangkalan, Madura, dengan harga Rp 3 juta untuk Rp 10 juta upal. Polisi hingga kini masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut, termasuk berupaya menangkap orang yang memasok upal kepada pelaku.

About the Author