Patrialis Akbar dan Wanita bernama Anggita yang pernah didapati oleh KPK sedang berada di kamar hotel

Menggali Wanita Bernama Anggita, Selir dari Patrialis Akbar

Liputan389 – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan seorang perempuan muda bernama Anggita Ekaputri dalam persidangan kasus suap yang melibatkan mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 25 Juli 2017.

Jaksa KPK Lie Setiawan mengatakan, kehadiran Anggita tersebut untuk mengonfirmasi sejumlah aliran dana yang diterima Patrialis dari pengusaha impor daging Basuki Hariman. Jaksa menduga uang yang diberikan Patrialis kepada Anggita berasal dari Basuki.

“Tidak mungkin kami hadirkan jaksi apabila memang tidak ada kaitannya dengan perkara,” ujar jaksa Lie Setiawan di Pengadilan Tipikor.

Patrialis Akbar dan Anggita Sering Bertemu di Lapangan Golf

Anggita yang berusia 25 tahun itu pertama kali bertemu Patrialis pada September 2016. Saat itu, Anggita merupakan pegawai swasta yang bekerja di salah satu lapangan golf. Patrialis yang hobi bermain golf itu kemudian tidak sengaja bertemu dengan Anggita. Keduanya berkenalan saat Patrialis hendak membuat kartu anggota golf.

“Pas pagi kerja, aku diminta salah satu teman kerja, katanya ada yang mau buat member di kantor aku. Lalu aku samperin, ya sudah berkenalan di situ untuk omongin tentang member tersebut,” ujar Anggita saat bersaksi di Pengadilan.

Anggita Sering Diberi Mobil, Pakaian dan Uang

Dalam persidangan, tidak ada satu pun pertanyaan yang menjelaskan apa sebenarnya hubungan antara Patrialis dan Anggita. Walaupun demikian, dalam sejumlah pernyataan Anggita menyiratkan kedekatan hubungannya dengan Patrialis.

Dalam persidangan, Anggita yang belum lama mengenal Patrialis itu mengatakan bahwa ia pernah dibelikan pakaian dan mobil oleh Patrialis. Anggita juga mengaku pernah beberapa kali diberikan uang oleh Patrialis.

“Pernah uang tapi tidak banyak. Terkahir yang dollar, ada 500 dollar AS,” kata Anggita.

Menurut Anggita, mobil jenis Nissan March diberikan oleh Patrialis sekitar November atau Desember 2016. Mobil dan uang 500 dollar AS tersebut diserahkan sebelum Patrialis menjalankan umrah pada Desember 2016.

About the Author