Beras Maknyuss yang sedang heboh di jagat internet karena melakukan kecurangan kepada para konsumennya

Semua Tentang Kasus Beras Maknyuss yang Sedang Heboh

Liputan389 – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, penyidik menemukan dugaan adanya pelanggaran hukum dalam produksi beras maknyuss PT Indo Beras Unggul (IBU). Merek beras yang diproduksi antara lain “Maknyuss” dan “Ayam Jago”. Tito mengatakan, penegakan hukum perlu dilakukan karena beras merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat yang tidak bisa lepas dari keseharian.

“Ini bukan pencitraan polisi kepada yang lain, tapi untuk menciptakan iklim yang baik, menyelamatkan, melindungi petani, melindungi pedagang yang baik, dan melindungi konsumen,” ujar Tito, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Srlasa 25 Juli 2017 petang.

Tito mengatakan, keberadaan mafia beras nyata. Polisi sudah banyak melakukan penindakan terhadap oknum yang mencurangi produksi beras, mulai dari pengoplosan hingga penimbunan yang menyebabkan harga lebih mahal.

“Kita ingin agar para mafia beras jangan dianggap remeh. Jangan dianggap enteng,” kata Tito.

Tito mengatakan, beras merupakan komoditas terbesar di Indonesia sehingga menjadi prioritas. Pemerintah sebisa mungkin ingin agar petani sejahtera, pedagang diuntungkan, dan masyarakat tidak terbebani harga mahal.

“Kalau ada yang ingin menyampaikan keberatan-keberatan, gunakan mekanisme jalur hukum. Kalau mau melakukan klarifikasi-klarifikasi, silakan juga tidak apa-apa,” kata Tito.

“Aku juga perintahkan satgas koordinasi terus dengan Kementan, KPPU, Kementrian Perdagangan, Balai POM, dan Puslabfor lihat apakah betul ada pelanggaran,” lanjut dia.

Oleh karena itu, ketika terjadi kecurangan yang merugikan salah satu pihak, maka pemerintah akan bertindak tegas. Tito meminta agar kasus beras maknyuss ini tidak memunculkan polemik. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa belasan saksi dan belum menetapkan tersangka.

About the Author